KAPOL.ID —
Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PPP Kota Tasikmalaya berlangsung di Hotel Mandalawangi Tasikmalaya, Sabtu (18/4/2026). Agenda pemilihan formatur pengurusan baru tertahan perdebatan tafsir aturan.
Rapat pleno sejak siang tadi sempat diskors untuk salat Ashar. Menjelang magrib, baru ada titik terang keputusan terkait lebih lanjut.
“Bukan deadlock. Semua kader punya semangat rasa memiliki dan membesarkan partai. Rapat sidang pleno keenam muscab Kota Tasik kami akan bawa ke wilayah.”
“Dengan tujuan mengambil kemaslahatan dan kemanfaatan. Dan itupun sudah disetujui oleh tokoh para peserta muscab,” ujar Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
Ia menjelaskan, belum ada formatur terpilih, pun dengan kepengurusan terpilih. Dalam sepekan kedepan ada keputusan lebih lanjut terkait musda.
“Jadi Insya Allah, Kota Tasikmalaya kader PPP struktur maupun non struktur tidak ada perpecahan. Karena kebersamaan memperkuat kebesaran PPP ini,” katanya.
Beberapa nama formatur calon ketua sendiri muncul ke permukaan. Mulai dari
Demisioner Plt Sekretaris DPC PPP, Hilman Wiranata. Serta mantan anggota DPRD, Enjang Bilawini.
“Awal perdebatan itu tafsir PO (peraturan organisasi) soal hak suara PAC. Dinamikanya bermula dari situ,” kata Hilman.
Sementara Enjang Bilawini juga mengiyakan ada tafsir PO yang masih simpang siur sehingga sidang sempat diskors.
“Ya menerima (muscab di DPW) tidak ada masalah, sepanjang itu adalah untuk kondusisifitas untuk kebaikan partai tidak apa apa.”
“Inikan persoalan nya waktu. Tapi saya berharap muscab ini berlangsung secara aman, kondusif, apapun hasilnya,” ujarnya. ***












