KAPOL.ID – Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Tandangsari,Kab. Sumedang, Toto mengaku terjadi penurunan produksi susu.
Menurut dia, jumlah sapi yang dikelola melalui anggota koperasi sekitar 1.600 ekor.
Adanya PMK, ditaksir kini produksi susu hanya mencapai 60 persen saja.
Menurut dia, itu dampak dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak diantaranya sapi perah.
“Anggota KSU Tandangsari mengeluh, PMK dinilai sangat merugikan,” ujarnya.
“Kondisi ini dirasakan berat oleh peternak sapi perah. Sangat memukul, karena pendapatan sehari-hari mereka terhambat. Biasnya mendapkan uang dari susu, tapi karena ada PMK, sapinya tertular, penghasilannya langsung tidak ada,” ujarnya, Rabu (06/07/2023).
Harga sapi pun anjlok, yang biasnya senilai Rp 25 sampai Rp 20 juta perekor, kini turun nilainya sekita Rp 5 juta dari harga normal.
“Rugi, yang biasanya penghasilan peternak rata-rata setiap bulannya mencapai Rp 2 sampai Rp 5 juta, kini dibawah itu,” ujarnya.
Bahkan, pendapatan susu yang ditampung KSU Tandangsari biasa mencapai 18 ton lebih, sekarang hanya 11 ton saja.
“Jujur, banyak anggota koperasi yang putus asa, ya terpaksa menjual sapi,” ujarnya.
***











