Oleh Ipa Zumrotul Falihah
Direktur Taman Jingga
Ketika kita mendengar kata keras kepala sepintas terdengar seperti negatif. Rata-rata keras kepala diasumsikan sebagai kata dengan konotasi negatif yang tidak menyenangkan untuk disematkan kepada siapa saja.
Jarang ada orang yang mau menerima dirinya dilabeli dengan sifat keras kepala. Apalagi jika ternyata dia bukanlah orang yang seperti itu tanpa alasan yang jelas. Hanya saja, dia memang punya sifat teguh pendirian, akan tetapi karena teguh pendirian tersebut seringkali dilabeli keras kepala.
Sebenarnya keras kepala tidak harus selalu diartikan berkonotasi negatif. Karena untuk mempertahankan suatu prinsip terkadang memang diperlukan sikap yang keras sehingga resiko disebut keras kepala. Diksi yang lebih tepat dari sikap yang keras yaitu “teguh pendirian” untuk mempertahankan apa yang menjadi prinsipnya. Hanya saja banyak orang bilangnya keras kepala, dalam bahasa Sunda lebih ekstrim lagi bahkan yaitu bedegong.
Ketika kita meyakini sesuatu hal yang menjadi sebuah prinsip, dan itu kebenaran yang kita pegang teguh berdasarkan referensi yang dapat dipertanggung jawabkan, maka sudah tentu akan kita pertahankan dengan sekuat-kuatnya. Sehingga menjadi teguh pendirian meskipun yaitu tadi ada yang salah diksi dengan menyebutnya dengan keras kepala.
Tidak apa apa sebenarnya disebut keras kepala, sebuah konsekuensi bagi orang-orang yang kuat mempertahankan sebuah prinsip dan yang yakin dalam mempertahankan sebuah kebenaran. Apabila kita tidak keras dalam mempertahankan prinsip, berarti kita itu lembek dan gampang menyerah. Hanya karena terpengaruh oleh tendensi orang lain sehingga tidak teguh lagi pendiriannya, menjadi inkonsisten terhadap apa yang menjadi prinsip.
Sesungguhnya teguh pendirian berkorelasi dengan prinsip, konsisten dan konsekuen. Apabila dalam diri seseorang mengimplementasikan hal tersebut dalam kehidupannya maka itu adalah ciri seseorang tersebut berkarakter.
Dalam KBBI, orang yang berkarakter adalah yang memiliki rasa percaya diri dan tidak mudah dipengaruhi orang lain. Selain itu juga memiliki sifat asertif, yang berarti mampu menyatakan sesuatu secara jujur apa yang mereka mau. Apa yang mereka pikirkan secara terang-terangan tanpa ada yang ditutupi.
Atas dasar hal itu orang yang berkarkter jujur dengan dirinya sendiri, bersikap apa adanya. Yang ada dipikiranya tanpa khawatir dengan tendensi orang lain, bisa jujur dengan diri sendiri berlandaskan prinsip yang diyakininya. Untuk hal itu memang dibutuhkan teguh pendirian sehingga konsisten terhadap apa yang menjadi prinsipnya dan konsekuen dengan resikonya.
Dalam kehidupan seseorang tentu memiliki karakter masing masing yang tidak bisa dipukul rata. Akan tetapi ada yang membedakannya yaitu karakter yang kuat menonjol. Hal itulah yang membedakan kesuksesan seseorang dibanding dengan orang yang karakternya biasa-biasa saja.
Ciri seseorang yang berkarakter kuat salah satunya adalah memiliki prinsip hidup. Setiap orang tentu sudah dikenalkan dengan apa yang menjadi prinsipnya sejak kecil. Prinsip antara satu orang dengan orang lainnya tentunya bisa jadi tidak sama. Semua tergantung dari latar belakangnya hasil didikan keluarga dan budayanya masing-masing. Bahkan bisa jadi prinsip antara satu orang dengan orang lainnya saling bertentangan. Ada juga orang yang tidak memiliki prinsip hidup sama sekali, tapi itulah realitanya.
Selanjutnya salah satu ciri individu yang memiliki karakter yang kuat yaitu mempunyai sikap teguh pendirian, memegang dan mempertahankan prinsip sebaik mungkin. Baginya keberadaan prinsip ibarat sebuah kemudi yang akan mengarahkan hidup ke jalan yang lebih baik.
Dalam menjalani kehidupan, sudah seharusnya kita menjadi sosok yang konsisten. Karena dengan menjadi seorang yang konsisten, kita akan memiliki keteraturan dan kedisiplinan dalam berbagai hal. Semua aktivitas yang kita jalani akan tersusun dengan rapi dan teratur sehingga tidak akan plin-plan. Nah konsisten ini juga salah satu ciri orang yang berkarakter kuat. Menjadi seorang yang konsisten merupakan bukti bahwa dirinya merupakan sosok yang berkarakter kuat.
Tidak dapat dipungkiri jika setiap tempat memiliki pengaruhnya masing-masing. Namun, tidak semua pengaruh yang ada bersifat baik dan membawa pada dampak yang positif. Tidak jarang kita akan dipertemukan dengan beragam jenis pengaruh yang negatif yang pada akhirnya malah terjerumus ke arah yang tidak baik.
Meskipun begitu, hal ini tidak akan terjadi pada mereka yang memiliki karakter yang kuat. Salah satu bukti bahwa seseorang adalah sosok yang memiliki karakter kuat yaitu tidak mudah terpengaruh dalam suatu pergaulan yang tidak baik. Sebab sudah pasti kita bisa memilih dengan cermat dan bijak dalam bergaul mana yang membawa manfaat mana yang tidak. Sehingga hak kita untuk menjauh atau tidak berelasi dengan orang yang membawa pengaruh buruk.
Salah satu bukti bahwa seseorang yang memiliki karakter yang kuat yaitu tidak terpicu dengan apa yang menjadi standar kesempurnaan orang lain. Karena kita tahu apa yang terbaik buat diri sendiri sehingga bisa percaya diri dengan mengikuti versi terbaik dari diri kita sendiri. Setiap orang memiliki standarnya masing-masing yang sudah tentu tidak dapat disamakan. Apa yang dalam pandangan kita sudah terlihat sebagai suatu standar yang sempurna. Bisa jadi dimata orang lain terlihat berbenturan, begitu juga sebaliknya sah sah saja.
Demikian beberapa ciri orang yang berkarakter kuat yaitu memiliki prinsip, teguh pendirian, konsisten dan konsekuen. Pada dasarnya seseorang yang memiliki karakter kuat tentu merupakan salah satu pilihan hidup serta proses yang tidak instan. Hasil didikan dari keluarga dan penemuan diri dari proses perkembangan fase-fase kehidupannya.
Berkaca pada sejarah dari orang-orang terdahulu yang berkarakter kuat, terus berjuang mempertahankan sebuah kebenaran. Meski akan ada yang tidak suka yaitu penentang kebenaran itu sendiri. Contoh Cut Nyak Din, salah satu pahlawan nasional disebut keras kepala oleh penjajah Belanda, bahkan disebut pemberontak pada zamannya. Dia mempertahankan prinsip dengan sekuat tenaga bahkan sampai diasingkan.
Maka bagi para pejuang kebenaran yang berkarakter kuat dan yang memiliki prinsip, tidak usah berkecil hati. Apabila dikatakan keras kepala, bedegong, pemberontak. Karena itu risiko dalam mempertahankan sebuah prinsip keyakinannya. Tidak ada yang sia-sia dari hal tersebut, yakinlah apa yang kita tanam akan kita tuai sesuai nilainya.***









