KAPOL.ID – Ramadan tinggal sepekan lagi. Kaum muslimin bersiap berlomba-lomba dalam kebaikan, lantaran Ramadan diyakini sebagai bulan penuh berkah, rakhmat, dan maghfirah.
Kebaikan umat muslim yang biasa meningkat pada Ramadan di antaranya menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Untuk konteks Indonesia, aktivitas tersebut sangat relevan dengan rencana kerja pemerintah dengan tema “ekonomi inklusif yang berkelanjutan”.
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional milik Muhammadiyah, LazisMu menjadikan Ramadan sebagai wadah untuk menguatkan ekonomi masyarakat lemah, menguatkan pendidikan dhuafa, serta menguatkan kesehatan masyarakat. Sesuai dengan manfaat ZIS itu sendiri.
Direktur Utama LazisMu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Suryanto mengemukakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan betul Ramadan ini untuk melakukan kebaikan. Untuk itu, LazisMu meluncurkan program yang bertema Zakat Kuatkan Indonesia.
“Ramadan merupakan masa panen bagi lembaga filantropi Islam, khususnya organisasi pengelola zakat. Pada bulan ini kaum muslim berlomba-lomba dalam kebaikan dan kebermanfaatan bagi sesama. Dengan tema ‘Zakat Kuatkan Indonesia’, kami berniat mendorong masyarakat tetap optimistis, meski dalam bayang-bayang resesi ekonomi yang mengkhawatirkan,” terang Edi.
Edi mengemukakan hal tersebut saat LazisMu menggelar sosialisasi dan peluncuran program Ramadan 1444 H. Acara ini berlangsung di Aula Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat; Kamis (16/3/2023).
Adapun terkait tema yang diusung, menurut Edi, itu mengandung maksud memberikan respon atas kondisi pascapandemi Covid-19. Juga sebagai wujud penyelarasan atas program pemerintah yang berfokus pada program produktif untuk pemberdayaan dan pemulihan ekonomi.












