KAPOL.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyatakan kesiapannya untuk melayani lonjakan penumpang yang diprediksi bakal memadati gerbong Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).
Berdasarkan data terbaru hingga Senin (2/3/2026), antusiasme warga untuk pulang kampung menggunakan keretaapi tergolong sangat tinggi.
Tercatat, sebanyak 92.390 pelanggan sudah mengantongi tiket keberangkatan dari dua stasiun utama, yakni Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.
Tak hanya arus keluar, Kota Kembang pun diprediksi bakal diserbu pendatang. Data menunjukkan ada 85.680 pelanggan yang dijadwalkan tiba di Bandung pada periode yang sama.
Persiapan Matang Demi Kenyamanan
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa pihaknya tidak mau main-main dalam menyambut masa Angkutan Lebaran tahun ini. Serangkaian langkah antisipatif telah disiapkan matang-matang.
”Kami memproyeksikan peningkatan volume pelanggan secara signifikan. Sampai update hari ini, sudah ada 92.390 penumpang berangkat dan 85.680 yang tiba. Angka ini masih dinamis karena penjualan tiket terus berjalan,” ungkap Kuswardojo kepada awak media. Senin (2/3/2026)
Menurutnya, komitmen Daop 2 Bandung sudah bulat: memastikan perjalanan pelanggan selamat, aman, nyaman, dan yang paling penting adalah tepat waktu.
Guna menghindari keruwetan di lapangan, KAI Daop 2 Bandung menitipkan beberapa pesan penting bagi calon pemudik:
Rencanakan Perjalanan: Cek kembali jadwal keberangkatan agar tidak salah hari.
Datang Lebih Awal: Disarankan tiba di stasiun lebih awal guna menghindari antrean panjang atau kepadatan di area pelayanan.
Gunakan Kanal Resmi: Pesanlah tiket melalui layanan digital resmi KAI untuk menghindari praktik percaloan atau penipuan.
”Petugas di lapangan sudah kami siagakan penuh untuk membantu kelancaran arus penumpang, baik saat arus mudik maupun balik nanti,” tambah Kuswardojo.
Pantauan di lapangan, selain penguatan personel, KAI juga memastikan seluruh armada kereta dalam kondisi prima setelah melalui pemeriksaan intensif. Keselamatan menjadi harga mati dalam operasional Angkutan Lebaran 2026 ini.
Dengan mobilitas yang tinggi ini, Kota Bandung kembali membuktikan perannya sebagai simpul transportasi vital di Jawa Barat.
“Sinergi antara petugas dan kedisiplinan penumpang diharapkan mampu melahirkan cerita mudik yang berkesan dan tanpa kendala.” pungkasnya (Jae)












