KAPOl.ID – Dalam deretan pemimpin birokrasi di Jawa Barat, nama Dr. Hj. Tuti Ruswati, S.Sos., M.Si. mencuat sebagai simbol ketangguhan perempuan di panggung pemerintahan.
Sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) perempuan definitif pertama dalam sejarah Kabupaten Sumedang, sosok kelahiran Bandung, 12 Februari 1969 ini membuktikan bahwa dedikasi dan inovasi adalah kunci utama dalam menakhodai perubahan.
Tuti bukanlah sosok yang muncul secara instan. Ia adalah “birokrat murni” yang meniti karier dari titik nol sejak tahun 1989. Ketekunan dan kerja keras membawa dirinya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Bapppeda hingga Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Kepercayaan pimpinan terhadap kapasitasnya pun tak tergoyahkan. Sebelum resmi dilantik secara definitif sebagai Sekda Sumedang pada Agustus 2024, Tuti tercatat pernah dipercaya menjadi Penjabat (Pj) Sekda sebanyak tiga kali dan sempat mengemban amanah besar sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sumedang.
Di balik kesibukannya mengelola administrasi daerah, Tuti adalah seorang akademisi brilian. Beliau berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN dengan predikat Cumlaude.
Disertasi yang disusunnya bukan sekadar syarat akademik, melainkan manifestasi nyata untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan melalui transformasi digital.
Prinsip hidupnya sederhana namun memiliki daya dobrak yang kuat:
“Berorientasi pada hasil, dan selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat.”
Memasuki tahun 2026, Sekda Tuti telah menetapkan kompas arah pembangunan Sumedang melalui empat pilar krusial:
Memimpin piloting penanganan kemiskinan berbasis data digital guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran melalui integrasi data kependudukan yang presisi.
Di bawah arahannya, Sumedang mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 5,6 triliun. Beliau berkomitmen memastikan sistem perizinan bebas pungli, transparan, dan super cepat.
Memastikan setiap anak di Sumedang terpantau tumbuh kembangnya secara intensif guna mencapai target penurunan angka stunting nasional.
Menetapkan kebijakan “Satu Bagian Satu Inovasi”, yang mewajibkan seluruh unit kerja di Setda melahirkan solusi kreatif bagi pelayanan publik.
Meski diperkirakan akan memasuki masa pensiun pada Maret 2029, semangat Tuti Ruswati tidak menunjukkan tanda-tanda meredup. Sebaliknya, beliau justru semakin gencar melakukan reformasi birokrasi dan penguatan disiplin pegawai.
Bagi publik Sumedang, Tuti bukan sekadar administrator ulung, melainkan inspirasi nyata bagi kaum perempuan. Beliau membuktikan bahwa dengan integritas, ilmu, dan ketulusan hati, puncak kepemimpinan bukanlah hal yang mustahil untuk diraih*.*(Teguh)***












