KAPOL.ID –
Sebanyak puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya melakukan aksi unjukrasa di sejumlah titik, Senin (8/6/2026). Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi di depan Balai Kota Tasikmalaya.
Kemudian bergeser ke Gedung DPRD Kota Tasikmalaya menjelang waktu salat asar. Mahasiswa sempat tertahan di gerbang karena mendapatkan penjagaan dari aparat gabungan.
“Kami ini ingin berdialog dengan para wakil rakyat. Malah ditahan di luar, mohon maaf kepada pengguna jalan karena kami mengganggu arus lalulintas,” kata salah seorang peserta aksi.
Tak berlangsung lama, akhirnya massa bisa masuk ke halaman parkir. Di sana beberapa anggota DPRD dan pejabat di lingkup Pemkot Tasikmalaya sudah menunggu.
Dialog pun akhirnya terwujud sambil duduk beralaskan aspal parkiran gedung wakil rakyat. Beberapa perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasinya.
Seperti ketidakstabilan fiskal di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, hingga optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
“Nyatanya spirit efisiensi tidak digunakan untuk pelayanan publik, malah belanja rapat dan makan minum,” kata korlap aksi, Sidik Amin.
Massa juga menekankan program pusat melalui MBG yang nyatanya banyak dapur tidak memiliki izin meski sudah beroperasi.
“Pengawasan itu kan juga ada di pemerintah daerah. Pengusaha harus berbelit-belit mengurus izin, ini melenggang begitu saja,” katanya.
Bahkan saat dialog salah seorang peserta aksi juga menyinggung indikasi ketidakharmonisan antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya.
“Ini kan aneh, berpasangan saat pilkada. Programnya juga sama, tapi kedengaran di luar sering bersitegang,” ujarnya.
Sidik yang juga Wakil Sekretaris PTKB HMI Cabang Kota Tasikmalaya ini menambahkan adanya indikasi perselingkuhan antara Pemkot dengan DPRD. Meski banyak data yang diungkap tidak ril, namun ditoleransi oleh DPRD.
“Komunikasi dan etika publik ini seringkali blunder, data salah juga tidak dikritisi. Semua persoalan ini membuat kita bertanya, perselingkuhan itu benar-benar terjadi,” katanya.
Dari perwakilan DPRD, nampak hadir dua pimpinan DPRD yakni Aslim dan Hilman Wiradinata. Sementara dari internal Pemkot nampak hadir Asda 3, Asep MP beserta beberapa pejabat teras.***












