BIROKRASI

Sinergi “Empat Pilar” Ubah Lahan Tidur Desa Genereh Jadi Lumbung Jagung Hibrida Standar Bulog

×

Sinergi “Empat Pilar” Ubah Lahan Tidur Desa Genereh Jadi Lumbung Jagung Hibrida Standar Bulog

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Desa Genereh kini punya cara jitu membuktikan kemandirian pangan. Melalui kolaborasi lintas sektoral yang solid, pemerintah desa setempat berhasil menyulap 400 bata lahan Tanah Kas Desa (TKD) menjadi hamparan jagung hibrida berkualitas premium yang siap menembus pasar nasional melalui Perum Bulog.

Program ini bukan sekadar bercocok tanam biasa, melainkan sebuah ekosistem produksi yang dikawal ketat dari hulu ke hilir oleh penyuluh Kementerian Pertanian, Kepolisian, hingga kepastian pasar dari Bulog.

Keberhasilan panen raya di Desa Genereh berakar pada pendampingan teknis yang disiplin. Euis, penyuluh dari Kementerian Pertanian, turun langsung memastikan petani setempat tidak hanya menanam, tetapi menerapkan metode pertanian presisi.

“Ini adalah komitmen ketahanan pangan. Kewajiban kami adalah memastikan setiap jengkal lahan dikelola dengan teknik yang tepat agar hasil panennya maksimal dan berkualitas tinggi,” Ujar Euis di sela-sela aktivitas panen kepada Kapol.id, kamis (5/3/2026).

Tak hanya soal teknis, aspek keamanan pun menjadi prioritas. Kehadiran personel Polsek Buahdua memberikan rasa aman bagi para warga yang menggarap lahan. Perwakilan Polsek Buahdua, Tatang, menyatakan bahwa kehadiran Polri adalah untuk mengawal program desa agar berjalan kondusif.

Sinergi ini tidak berhenti saat jagung dipetik. Untuk memutus rantai tengkulak dan menjamin kesejahteraan warga, Desa Genereh telah menggandeng Perum Bulog sebagai pembeli siaga (offtaker). Namun, tantangan besar ada pada standar kualitas.

Saat ini, warga Genereh tengah fokus pada proses pengeringan sempurna. Langkah ini diambil guna memenuhi spesifikasi ketat Bulog agar jagung mereka memiliki daya saing tinggi dan layak disebut sebagai produk unggulan daerah.

Istimewanya, seluruh proses pengerjaan lahan TKD ini melibatkan warga asli Desa Genereh. Dengan skema pemberdayaan ini, Desa Genereh optimis mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakatnya.*(Teguh)*