SOSIAL

Dapur Warga Harus Tetap “Ngebul”: Ratusan Warga Buahdua Serbu GPM Jelang Lebaran 2026

×

Dapur Warga Harus Tetap “Ngebul”: Ratusan Warga Buahdua Serbu GPM Jelang Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Halaman Kantor Kecamatan Buahdua mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Jumat pagi (6/3/2026).

Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) demi menyiasati lonjakan harga kebutuhan pokok saat menjalani bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemkab Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) ini hadir sebagai oase di tengah kekhawatiran masyarakat akan naiknya harga pangan.

Camat Buahdua, H.Kiki Hakiki, S.Ag.MM yang membuka acara secara resmi menegaskan bahwa GPM adalah langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli rakyat.

“Program ini adalah wujud komitmen kami. Menjelang puasa dan Lebaran, harga pangan biasanya merangkak naik. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ( Distan) Sumedang, hingga petani lokal, kami hadirkan harga subsidi agar dapur warga tetap ‘ngebul’ tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam,” ujar Kiki.

Momen “Pulang Kampung” Sang Kepala Dinas 

Suasana GPM kali ini terasa jauh lebih hangat dan emosional dengan kehadiran Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kabupaten Sumedang, Dr. H. Tono Suhartono, SP., MM. Kehadirannya memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Sebagai mantan Camat Buahdua, kehadiran Dr. Tono disambut layaknya momen pulang kampung.

Kedekatan emosional ini membangun kepercayaan masyarakat bahwa program ketahanan pangan dikelola oleh sosok yang benar-benar memahami kondisi lapangan dan denyut nadi warga Buahdua.

Komoditas Lengkap, Harga “Miring”
Berbagai gerai GPM menyediakan paket lengkap kebutuhan dapur dengan harga yang jauh di bawah rata-rata pasar. Beberapa komoditas yang menjadi incaran warga antara lain:

Kebutuhan Pokok: Beras, Minyak Goreng, dan Gula Pasir

Sumber Protein & Bahan Kue: Telur Ayam, Daging Ayam, hingga Tepung Terigu.

Ketersediaan stok dengan harga subsidi ini membuat para ibu rumah tangga bisa bernapas lega. Camat Kiki bahkan memberikan jaminan ketat terkait transparansi harga di lapangan.

“Kalau ada barang yang harganya justru lebih mahal dari pasar, segera lapor kepada saya! Kami ingin Ibu-ibu bisa tenang belanja, sehingga ibadah di bulan puasa nanti bisa dijalani dengan lebih khusyuk,” tegasnya.

Menutup arahannya, Camat Kiki berpesan agar momentum GPM ini juga dijadikan ajang memperkuat semangat gotong royong. Baginya, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada kekompakan warga dalam mendukung kemajuan desa serta menjaga stabilitas ekonomi lokal. (Teguh)***