KAPOL.ID – Suasana khidmat menyelimuti Markas Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Jawa Barat di Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (17/3/2026). Puluhan sesepuh dan warakawuri nampak hadir memenuhi undangan dalam agenda bakti sosial dan silaturahmi keluarga besar baret ungu.
Momen haru pecah saat para tunas muda berseragam loreng menyambut kedatangan para pendahulu organisasi. Meski langkah kaki mulai tertatih dan raga tak lagi sekuat dulu, sorot mata para veteran Mahawarman ini nampak berbinar saat kembali menginjakkan kaki di markas bersejarah tersebut.
Komandan Menwa Mahawarman Jawa Barat, Ali Budiman, S.T., nampak turun langsung menyapa satu per satu para sesepuh. Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini tak sungkan menunduk takzim sembari menggenggam erat tangan para seniornya.
”Kegiatan hari ini bukan sekadar pembagian bantuan sosial. Ini adalah bentuk penghormatan dan pengakuan kami terhadap sejarah. Dulu mereka yang menguatkan fondasi organisasi ini, sekarang giliran kami yang memberikan perhatian dan kasih sayang,” ujar Ali Budiman di sela-sela kegiatan.
Awalnya, panitia merencanakan penyaluran bantuan dilakukan secara door-to-door ke kediaman masing-masing penerima. Namun, mengingat situasi arus mudik dan keterbatasan personel, diputuskan untuk memusatkan kegiatan di markas.
Keputusan ini justru membawa berkah tersendiri. Markas Surapati seketika berubah menjadi ruang temu lintas generasi. Para anggota muda nampak antusias menyimak petuah dan cerita perjuangan masa lalu langsung dari pelakunya.
Untuk diketahui, Menwa Mahawarman memiliki akar sejarah yang kuat dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Lahir dari rahim perjuangan Tentara Pelajar, organisasi ini resmi berdiri pada 1964 di tengah konfrontasi Dwikora dan menjadi saksi bisu berbagai peristiwa heroik, termasuk saat penumpasan G30S/PKI.
Hingga usianya yang ke-62 tahun ini, Mahawarman terus membuktikan eksistensinya. Bukan hanya sebagai organisasi kemahasiswaan, tetapi sebagai wadah pengabdian yang memegang teguh nilai loyalitas.
”Bantuan ini mungkin tidak seberapa nilainya, namun makna di baliknya adalah pesan bahwa mereka tidak pernah dilupakan. Loyalitas sejati adalah ketika kita tetap mengingat jasa para pendahulu meski zaman terus berganti,” pungkas Ali.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempertegas bahwa ikatan batin korps baret ungu Mahawarman tetap solid melampaui sekat usia dan jabatan.***






