KAPOL.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiagakan sebanyak 2.266 personel kebersihan selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Ribuan petugas tersebut disebar di 263 titik pantau guna memastikan kondisi kota tetap bersih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengatakan, pengelolaan sampah saat Lebaran dilakukan dengan skema khusus. Salah satunya adalah penghentian sementara pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti pada H-1, Hari H, hingga H+1 Idulfitri.
“Warga Kota Bandung diimbau untuk menahan sampah organik selama tiga hari, yakni H-1, Hari H, dan H+1 Idulfitri, karena tidak ada pengangkutan ke TPA Sarimukti,” ujar Darto.
Meski pengangkutan dihentikan sementara, DLH tetap melakukan pemantauan intensif di 263 titik yang meliputi pasar, ruas jalan utama, hingga pusat keramaian.
Dari total 2.266 personel yang dikerahkan, sebanyak 926 petugas bertugas pada H-1, 211 petugas saat Hari H, 640 petugas pada H+1, dan 1.025 petugas pada H+2.
Selain itu, ratusan armada pendukung juga disiagakan, mulai dari truk pengangkut, kendaraan operasional, hingga alat berat untuk memastikan penanganan sampah tetap berjalan optimal.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, peran masyarakat menjadi kunci dalam pengendalian sampah selama periode Lebaran.
Ia menyebut, jumlah petugas yang disiagakan masih belum cukup jika tidak diiringi partisipasi aktif warga.
“Petugas kita ribuan, tapi tetap tidak akan cukup tanpa peran warga. Percuma kalau masyarakat tidak ikut mengurangi dan memilah sampah dari rumah,” ujar Farhan usai memonitor TPS di kawasan Pasar Kiaracondong.
Ia mengajak warga untuk memisahkan sampah organik dan non-organik sejak dari sumbernya.
Sampah organik dapat dikelola lebih lanjut, sementara sampah anorganik seperti plastik bisa disalurkan melalui bank sampah, dan residu diserahkan kepada petugas pengangkut.
Selain itu, Pemkot Bandung juga melakukan pengawasan langsung ke sejumlah titik rawan timbulan sampah, khususnya di kawasan pasar, guna memastikan aktivitas tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kebersihan dan ketertiban.
Salah satunya dengan menata posisi lapak PKL di Pasar Kiaracondong yang sampai memenuhi ruas jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Selain memantau TPS, kami juga memastikan ketertiban di Pasar Kiaracondong. Beberapa pedagang yang berjualan hingga ke ruas jalan, kami minta memindahkan lapaknya, agar tidak menghalangi jalan,” kata Farhan.
“Pak Camat dan unsur kewilayahan akan memonitor. Kami mendukung ekonomi kerakyatan, namun jangan sampai mengganggu jalan. Ketertiban tetap yang utama,” tuturnya.
- Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Bandung optimis kebersihan kota selama libur Idulfitri dapat tetap terjaga.












