KANAL

Bupati Sumedang Dan Kapolres Kompak Kawal Masa Depan Fikri

×

Bupati Sumedang Dan Kapolres Kompak Kawal Masa Depan Fikri

Sebarkan artikel ini

SUMEDANG – KAPOL.ID – Aspal jalanan yang biasanya menjadi saksi bisu langkah kecil Fikri memulung barang bekas, kini berganti menjadi jalan setapak menuju gerbang sekolah.

Sebuah babak baru dimulai bagi bocah cerdas ini, berkat “operasi kemanusiaan” yang digalang secara terpadu oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, dan Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo.

Bupati Dony menegaskan bahwa penanganan Fikri dan keluarganya adalah wujud nyata negara hadir hingga ke titik nadir. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada kolaborasi apik antara Polres Sumedang, kepolisian Jakarta, Sekretariat Kabinet, hingga PMI dan perangkat daerah yang bergerak secepat kilat.

“Ini bukan sekadar bantuan formalitas. Ini adalah intervensi komprehensif. Kita pastikan Fikri dan keluarganya mendapatkan haknya secara utuh,” ujar Bupati Dony dengan tegas.

Bupati Dony memastikan tidak ada aspek yang terlewat dalam memulihkan martabat keluarga Fikri:

Pengurusan administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan melalui BPJS tuntas seketika.

Melalui tangan dingin Pemda, Polisi, dan PMI, rumah keluarga Fikri yang tadinya tidak layak huni (Rutilahu) kini dipugar total.

Sang ibu dibekali modal usaha agar dapur keluarga tetap bisa “ngebul” secara mandiri tanpa harus mengandalkan bantuan terus-menerus.

Di sisi lain, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo yang mengawal langsung perkembangan Fikri, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Di mata sang Kapolres, Fikri bukan sekadar anak yang butuh bantuan, melainkan aset bangsa yang memiliki karakter kuat.

“Fikri ini luar biasa. Ia memulung atas inisiatif sendiri demi membantu sang nenek. Meski belum pernah sekolah, ia sangat cepat menangkap pelajaran. Kami sudah mulai mengajarinya dasar-dasar seperti mengenal warna, dan progresnya sangat baik,” tutur AKBP Sandityo.

Puncak dari perhatian duet pemimpin ini adalah kepastian masa depan. Fikri kini resmi diantar masuk ke Sekolah Rakyat, program pemerintah pusat yang menjamin pendidikan layak dan gratis. Tak ketinggalan, adiknya, Naufal, juga langsung dimasukkan ke PAUD agar hak pendidikan keduanya terpenuhi sejak dini.

Kini, awan mendung yang menyelimuti masa kecil Fikri perlahan tersingkap. Di bawah pengawalan Bupati dan Kapolres, Fikri tak lagi berjalan sendiri. Pemerintah berkomitmen akan terus mendampingi keluarga ini hingga mereka benar-benar mampu mandiri dan berdaya. (Guh)