KANAL

Kemiskinan dan Pengangguran di Jawa Barat Turun Signifikan Sepanjang 2025

×

Kemiskinan dan Pengangguran di Jawa Barat Turun Signifikan Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan progres yang signifikan sepanjang tahun 2025. Terbukti, skor kinerja pembangunan daerah Jabar sukses menembus angka 3,6672 berdasarkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

​Capaian mentereng tersebut nyatanya linear dengan kondisi di lapangan. Efek dominonya, angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Tanah Pasundan terpantau terus mengalami penurunan.

​Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada 2025 kini berada di angka 6,78 persen atau setara 3,55 juta jiwa. Angka ini turun cukup meyakinkan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang masih bertengger di angka 7,08 persen.

​Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengungkapkan, keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Menurutnya, Pemdaprov Jabar telah tancap gas melakukan berbagai intervensi mulai dari pengurangan kantong kemiskinan, menekan beban pengeluaran, hingga mendongkrak pendapatan masyarakat kelas bawah.

​”Untuk mengurangi kantong kemiskinan, kami melakukan pengawasan ketat di daerah rentan rawan pangan serta menyusun peta ketahanan pangan yang akurat,” ujar Erwan, Senin (30/3/2026).

​Strategi Tekan Pengeluaran Warga
​Guna memastikan dapur warga tetap mengepul, sepanjang tahun 2025 Pemprov Jabar telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 1.874 kali yang tersebar di 27 kabupaten/kota, termasuk Operasi Pasar Bersubsidi.

​Tak hanya urusan perut, sektor kesehatan dan energi pun tak luput dari perhatian. Erwan menjelaskan, Pemprov Jabar secara konsisten membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin guna meringankan beban hidup mereka.

​”Di sektor energi, kami juga fokus pada penyediaan jaringan listrik. Sebanyak 76.123 sambungan listrik gratis telah diidentifikasi untuk masyarakat tidak mampu di 1.367 desa dan kelurahan,” tambahnya.

​Sementara untuk urusan isi dompet masyarakat, pelatihan bagi pekerja migran serta penyaluran bantuan modal melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) terus digulirkan. “Ada 57 KUBE yang kita bantu modalnya agar pendapatan fakir miskin bisa meningkat,” tegas Erwan.

​Angka Pengangguran Melampaui Target
​Kabar baik juga datang dari sektor ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat tahun 2025 menyusut menjadi 6,66 persen, turun dari tahun 2024 yang sebesar 6,75 persen.

​Realisasi ini rupanya melampaui target yang dipatok pemerintah sebesar 6,99 persen. Berdasarkan survei angkatan kerja nasional (Sakernas) November 2025, penyerapan tenaga kerja terjadi di hampir seluruh lapangan usaha.

​”Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap sekitar 0,10 juta orang. Disusul sektor pendidikan dan akomodasi kuliner yang juga menunjukkan tren positif,” jelasnya.

​Meski sektor pertambangan mengalami sedikit penurunan, namun sektor perdagangan (reparasi mobil/motor) tetap menjadi primadona penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 22,44 persen, disusul industri pengolahan 18,61 persen, dan sektor pertanian sebesar 15,43 persen.

​Dengan capaian ini, Pemprov Jabar optimistis roda ekonomi akan terus bergerak ke arah yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.***