SUMEDANG, KAPOL.ID – Menjawab gelombang keresahan yang melanda warga di Desa Gendereh dan Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua, Pemerintah Kabupaten Sumedang akhirnya angkat bicara.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab menegaskan bahwa mereka sedang “pasang badan” untuk mengawal keberlanjutan proyek jalan Burujul-Sanca yang kini tengah menjadi sorotan tajam.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sumedang, Deni,.ST menegaskan bahwa anggapan Pemkab “tutup mata” terhadap lambatnya progres di lapangan adalah keliru. Sebaliknya, komunikasi internal dengan pihak Kementerian PUPR RI terus dilakukan secara intens.
“Keluhan dan kekhawatiran warga soal progres yang dianggap mangkrak sudah kami komplainkan ke pusat. Jadi, jangan dianggap Pemkab diam. Kami sangat serius memperjuangkan agar proyek ini terealisasi sebagaimana yang diharapkan ” tegas Deni,Jum’at (10/4) melalui sambungan telpon.
Meski proyek Burujul-Sanca merupakan Proyek Strategis Nasional yang berada di bawah wewenang penuh Kementerian PUPR, Pemkab Sumedang memposisikan diri sebagai “garda terdepan” dalam pengawasan.
Secara regulasi, Pemkab memang hanya sebatas penerima manfaat dan tidak memiliki otoritas teknis, namun tanggung jawab moral terhadap warga Buahdua menjadi prioritas utama.
Dinas PUPR memastikan akan terus “mengepruk” pihak-pihak terkait agar pengerjaan jalan tersebut tidak sekadar menjadi wacana atau proyek setengah hati.
Menanggapi isu ” molor” nya pekerjaan , pihak PUPR meminta masyarakat untuk tetap rasional namun tetap kritis. Berdasarkan data kontrak yang ada, masa pengerjaan proyek sebenarnya masih berjalan dan belum melewati batas waktu (limit) yang ditentukan.
“Kita mari berpikir positif dulu sambil terus mendesak agar pengerjaan dimulai kembali. Namun, jika nanti limit waktu kontrak terlampaui dan progres tetap tidak jelas, itu cerita lain. Pastinya Kementerian akan bertindak tegas terhadap kontraktor atau pemenang lelangnya,” lanjutnya.
Keberadaan jalan Burujul-Sanca yang standar bukan sekadar infrastruktur, melainkan impian kolektif warga yang sudah lama dinanti. Pemkab Sumedang berjanji tidak akan mengendurkan pengawasan hingga aspal berkualitas standar nasional benar-benar terhampar dan bisa dinikmati warga.
Pemkab melalui Dinas PUPR akan terus mengawal setiap jengkal progres pengerjaan sampai tuntas, demi memastikan hak masyarakat atas akses jalan yang layak dapat terpenuhi secara maksimal***









