SUMEDANG, KAPOL.ID – Sempat tertahan oleh jeda aktivitas selama dua pekan, proyek strategis nasional di wilayah Utara Sumedang kini resmi memasuki fase akselerasi.
Proyek betonisasi jalan penghubung Kecamatan Conggeang dan Kecamatan Ujungjaya yang didanai melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD) Kementerian PUPR tersebut, kini kembali menunjukkan progres signifikan di lapangan.
Kembalinya alat-alat berat ke lokasi proyek per Senin (13/4/2026) seolah memutus spekulasi negatif yang sempat berkembang di tengah masyarakat. Dengan nilai investasi mencapai Rp 22 Miliar, proyek sepanjang 2,8 kilometer ini memang menjadi sorotan utama karena urgensinya sebagai jalur distribusi logistik regional.
Pantauan Kapol.id di lokasi menunjukkan bahwa pelaksana proyek tidak ingin sekadar mengejar ketertinggalan waktu. Fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada pematangan lahan dan pengerukan bahu jalan menggunakan ekskavator untuk memastikan stabilitas struktur sebelum proses pengecoran akhir dimulai.
“Pengerukan ini adalah langkah krusial. Kami mengutamakan kualitas agar beton yang dihasilkan nanti benar-benar kokoh dan sesuai spesifikasi teknis. Kita tidak ingin infrastruktur ini cepat rusak hanya karena mengejar waktu,” ujar salah seorang petugas lapangan.
Secara teknis, progres fisik proyek saat ini berada di angka 65%. Jika ritme kerja saat ini tetap terjaga tanpa kendala cuaca yang ekstrem, seluruh bahu jalan ditargetkan rampung pada Juni mendatang, sehingga pada Juli 2026, masyarakat sudah bisa menikmati jalan mulus secara maksimal.
Kelanjutan proyek ini disambut dengan rasa bangga oleh warga sekitar. Bagi mereka, pembangunan jalan dengan standar beton berkualitas tinggi ini adalah bentuk pengakuan terhadap potensi wilayah Sumedang Utara yang selama ini sering terkendala akses mobilitas.
Salah seorang warga masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa warga merasa optimis pembangunan ini akan mengubah wajah ekonomi desa mereka.
“Jelas kami merasa bangga. Melihat jalan ini dibangun dengan beton tebal, kami merasa wilayah kami naik kelas. Meskipun kemarin sempat terhenti, sekarang alat berat sudah jalan lagi. Kami sangat berterima kasih karena ini adalah akses utama kami untuk mengangkut hasil bumi,” ungkapnya,Senin (13/4).
Senada dengan itu, warga lainnya berharap agar pembangunan ini menjadi awal dari transformasi infrastruktur yang berkelanjutan di Sumedang. Mereka menilai kualitas jalan yang baik akan menurunkan biaya transportasi dan meningkatkan nilai lahan di sepanjang jalur tersebut.
Pengaturan Lalu Lintas
Guna mendukung percepatan pengerjaan, pihak pelaksana memberlakukan sistem buka-tutup jalan secara kondisional. Mengingat banyaknya material dan manuver alat berat, para pengguna jalan dihimbau untuk tetap bersabar dan mematuhi instruksi petugas di lapangan demi keamanan bersama.
Dengan kembalinya proyek ini ke jalur yang tepat (on-track), konektivitas Conggeang-Ujungjaya diprediksi akan menjadi pendorong utama bagi bangkitnya ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Sumedang pada paruh kedua tahun 2026 ini. (GUH)***





