KAPOL.ID — Di tengah tenggelamnya lagu yang menyentuh segmen anak-anak, kini hadir Candice Ama (13). Remaja asal Tasikmalaya itu baru saja merilis lagu “Kejar Asa”.
Tentu bukan sekadar lagu anak. Di dalamnya terdapat nilai-nilai edukasi dan memotivasi. Bahkan jadi suntikan penyemangat bagi para pelajar Indonesia.
Perjalanan seni Candice tidak singkat. Pada usia dini, publik mengenalnya sebagai pelukis cilik. Prestasinya pun menumpuk. Ia kerap jadi juara lomba menggambar sejak masa Raudhatul Athfal (RA) hingga kelas 4 SD.
Mulai dari kelas 4 SD, Candice tertarik pada dunia tarik suara. Ia pun fokus di sana, mengasah teknik vokal secara profesional. Puncaknya, pada 2025, ia masuk pada jajaran Top 10 Finalis Nasional Sanremo Junior Italy. Berbekal prestasi non-akademik tersebut, ia dengan mudah masuk SMPN 5 Tasikmalaya.
Sementara lagu “Kejar Asa” tercipta oleh Julia Gunawan. Bukan orang lain, masih tantenya Candice. Lirik lagu itu lahir dari proses panjang dan pergulatan batin kuat.
Bagi Julia, mencipta lagu dengan segmentasi anak-anak ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ia merasa selalu gagal bahkan setelah mencoba sampai enam bulan.
“Baru berhasil menciptakan lagu anak ini setelah saya berdoa. Cukup dengan 10 menit setelah berdoa, ide untuk lagu anak ini muncul. Yaitu menggambarkan perjalanan hidup Candice dari bayi hingga sekarang,” kata Julia.
Selanjutnya, giliran Candice menyanyikannya. Di studio rekaman, remaja itu langsung menunjukkan kematangannya. Bahkan proses rekaman selesai jauh lebih cepat dari prediksi.
Dalam prediksi Julia, proses rekaman dapat memakan waktu lama. Nyatanya, dalam tempo 2 jam saja langsung selesai.
Begitupun saat pengambilan gambar untuk video klip. Candice dapan melakukannya dengan lihai, berkonsep jujur dan natural. Berlatar keseharian anak sekolah yang ceria. Sebuah pesan bahwa tantangan dan rintangan pendidikan bukan penghalang mengukir prestasi.
Kepiawaian Candice memainkan peran bukan tanpa dasar. Sebelumnya, ia berbekal pengalamannya gabung dalam komunitas film pendek di SDIT Al Istiqomah. Bahkan pernah terlibat dalam karya sineas lokal Tasikmalaya.
Lagu “Kejar Asa” pun mendapatkan respon luar biasa. Dalam hitungan hari, unggahan video pada kanal YouTube ditonton oleh lebih dari 2.000 kali di YouTube. Pendengar di Spotify lebih dari 4.000 kali.
“Respon yang paling berkesan adalah saat orang-orang bilang lagu ini menjadi penyemangat bagi para pejuang pendidikan,” ujar Candice.
Tak diragukan lagi, nama Candice langsung meroket. Tapi ia berkomitmen untuk tidak lupa diri. Ibunya mewanti-wanti untuk tetap rendah hati, tetap menjadi remaja biasa yang fokus pada sekolah dan berkembang.
“Ibu saya selalu bilang, ‘Jangan membawa panggungmu dalam kehidupan keseharianmu’. Saya tetap Candice yang dulu, anak yang sedang berjuang sekolah untuk masa depan,” Candice berkomitmen.
Setelah rilis lagu “Kejar Asa”, Candice Ama dan Julia Gunawan sudah merencanakan single-single selanjutnya. Mereka berharap penerimaan publik selalu tinggi, bahkan menjadi anthem perjuangan meraih cita-cita dalam kondisi sesulit apa pun.
Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv






