KABAR POLISI

Sempat Hebohkan Medsos, Begini Kondisi Tokoh Agama Korban Penganiayaan Oknum Anggota Ormas di Cikatomas

×

Sempat Hebohkan Medsos, Begini Kondisi Tokoh Agama Korban Penganiayaan Oknum Anggota Ormas di Cikatomas

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Jagat media sosial di Tasikmalaya sempat digegerkan dengan beredarnya video dugaan penganiayaan terhadap seorang tokoh agama di wilayah Kecamatan Cikatomas, Rabu (15/4/2026).

Korban yang diketahui bernama Abdul Yani, harus dilarikan ke puskesmas setelah mendapat perlakuan kasar dari oknum anggota organisasi kemasyarakatan (ormas).

​Dalam potongan video yang viral, tampak korban yang sudah sepuh mengenakan kaos hitam dan sorban tengah mendapat perawatan medis di Puskesmas Cikatomas. Meski sesekali meringis menahan sakit akibat luka yang dideritanya, korban masih mampu berkomunikasi dengan kerabat yang menjaganya.

​Ketegangan sempat membayangi masyarakat sesaat setelah informasi tersebut menyebar luas. Namun, kesigapan petugas dari Polsek Cikatomas yang dibantu jajaran Polres Tasikmalaya berhasil meredam situasi sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

​PLT Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusuf Suryana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban melintas di lokasi kegiatan halal bihalal di Desa Cayur.

​“Jadi korban ini melintas ke lokasi tempat beberapa orang dari serikat habis halal bihalal di Desa Cayur. Entah bagaimana awalnya, hingga terjadilah keributan yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka,” ungkap Ipda Agus.

​Kepolisian bertindak cepat dengan melakukan pendekatan persuasif terhadap pihak terkait. Hasilnya, terduga pelaku yang merupakan anggota salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersikap kooperatif dan kini sudah berada di Mapolres Tasikmalaya.

​“Iya, pelaku sudah kita amankan, sekarang ada di Polres. Proses pengamanan dilakukan melalui pendekatan dan penggalangan oleh anggota gabungan, hingga akhirnya yang bersangkutan mendatangi Polres secara kooperatif,” jelasnya.

​Terkait motif penganiayaan, Ipda Agus menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman secara intensif. Ia memastikan kasus ini akan ditangani secara profesional dan transparan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

​Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi-informasi liar yang belum jelas kebenarannya, demi menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

​“Kami imbau masyarakat tetap tenang. Percayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Kami pastikan diproses secara hukum dan profesional,” pungkas Ipda Agus. (Adji Shg)