KAPOL.ID – Peristiwa memilukan menimpa tujuh orang warga Desa Karyamandala, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. Niat hati ingin beristirahat sembari membahas pekerjaan, ketujuh warga ini justru menjadi korban sambaran petir di lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Rabu (23/4/2026) sore.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIB tersebut mengakibatkan seluruh korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Bahkan, tiga di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka bakar yang cukup serius.
Kapolsek Salopa, AKP Kadarusman membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, seluruh korban merupakan warga Kampung Jayawangi, Desa Karyamandala, Kecamatan Salopa.
”Betul, korbannya ada tujuh orang. Mereka masing-masing atas nama Agus, Dadan, Omay, Surahman, Mastur, Ujang Misbah, dan Jaja Zakaria. Saat ini semuanya sudah dievakuasi ke rumah sakit di Kota Tasikmalaya,” ujar AKP Kadarusman.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat ketujuh korban tengah duduk santai di area pematangan lahan gedung KDMP. Saat itu, mereka diketahui sedang berbincang mengenai masalah upah dan teknis pengerjaan lahan tersebut.
Kondisi cuaca saat itu memang sudah terlihat mendung dan sesekali muncul kilatan petir kecil di langit. Namun, tanpa diduga, sebuah sambaran petir yang cukup besar langsung menghujam ke arah tempat mereka berkumpul.
”Seketika tubuh ketujuh orang itu terpental. Warga yang melihat kejadian itu langsung panik karena melihat para korban sudah terkapar di tanah,” tambahnya.
Kengerian di lokasi kejadian juga digambarkan oleh sejumlah saksi mata. Tiga korban yakni Mastur, Jaja Zakaria, dan Ujang Misbah bahkan dilaporkan sempat mengerang kesakitan sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
”Kang Ujang Misbah, Kang Mastur, dan Kang Jaja mah sampai berguling-guling dan menjerit kesakitan sampai pingsan,” ungkap salah seorang warga di lokasi.
Melihat kondisi darurat tersebut, warga bersama petugas kepolisian dari Polsek Salopa langsung mengevakuasi para korban. Dengan menggunakan kendaraan yang ada, para korban dibawa menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif akibat luka bakar yang diderita (Adji Shg)






