KANAL

Kemenag Sumedang Dorong Profesionalisme Kepala MI Lewat PKB KKMI

×

Kemenag Sumedang Dorong Profesionalisme Kepala MI Lewat PKB KKMI

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Sumedang.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang di Gedung Sarana Penunjang Pendidikan Kemenag Sumedang, Rabu (20/05/2026).

Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Sumedang, Dede Sumiati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalitas kepala madrasah di Kabupaten Sumedang.

“Dalam rangka kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Sumedang. Jumlah peserta seluruhnya ada 64 orang, meskipun saat ini tidak semuanya hadir karena ada yang berhalangan dan sakit,” ujarnya.

Menurut Dede, sejauh ini pengembangan keprofesian khususnya di lingkungan madrasah sudah cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Apalagi dengan adanya kegiatan PKB tersebut yang menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi kepala madrasah.

“Alhamdulillah sejauh ini sudah cukup baik dan menggembirakan. Dengan adanya kegiatan ini tentu menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi kepala madrasah khususnya di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Ia berharap setelah kegiatan tersebut selesai, para kepala madrasah dapat terus meningkatkan kualitas kinerja melalui tindak lanjut yang berkesinambungan.

“Harapannya tentu lebih baik dari sebelum kegiatan ini. Tentunya kegiatan ini juga harus dievaluasi sejauh mana kebermanfaatannya terhadap kinerja para kepala madrasah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana menegaskan pentingnya peningkatan profesionalitas kepala madrasah sebagai tenaga pendidik sekaligus manajer lembaga pendidikan.

“Barusan saya mengikuti acara penutupan pengembangan keprofesian berkelanjutan kepala-kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Sumedang. Saya menyampaikan beberapa hal, yang pertama terus tingkatkan profesi guru, karena kepala madrasah itu guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala,” ungkapnya.

Menurut Hamzah, kepala madrasah harus terus mengasah kemampuan profesional dan manajerial guna meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan madrasah.

“Sebagai tenaga profesional dan pendidik harus terus mengasah profesionalitasnya. Di samping itu juga kemampuan manajerial untuk terus mengawal peningkatan mutu pelaksanaan pendidikan di madrasah,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang akuntabel, khususnya dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Saya menitipkan bahwa BOS adalah anggaran yang harus dipertanggungjawabkan. Maka ikuti juklak dan juknis serta sesuaikan dengan kebutuhan yang memang sangat mendesak,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan dana BOS harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan dan hak-hak peserta didik.

“Impact-nya adalah memastikan siswa dan siswi menerima hak-haknya dalam proses belajar mengajar, mampu berprestasi, berhasil menyelesaikan pendidikan bahkan melahirkan prestasi-prestasi,” ujarnya.

Selain itu, Hamzah berharap kegiatan pelatihan dan workshop seperti PKB tidak berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pengembangan diri yang berkelanjutan.

“Jangan terhenti dengan kegiatan workshop ataupun pelatihan, tetapi harus terus kreatif mengembangkan potensi diri sebagai tenaga profesional sekaligus sebagai kepala madrasah,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap regulasi dalam menjalankan berbagai program pendidikan, baik yang berbasis anggaran maupun non-anggaran.

“Regulasi itu menjadi payung hukum dalam melaksanakan program, baik berbasis anggaran ataupun program tanpa anggaran. Misalnya program yang berbasis surat edaran seperti program ASRI, di mana madrasah harus aman, sehat, rindang dan indah,” jelasnya.

Hamzah berharap madrasah di Kabupaten Sumedang mampu menjadi lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

“Nah itu bagian dari inovasi bagaimana madrasah bisa menjadi tempat yang sangat nyaman, rindang, indah dan aman untuk semua,” pungkasnya. (Zs)