KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) –
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat ruang terbuka hijau (RTH) yang berorientasi pada fungsi ekologis dan keberlanjutan sumber air.
Langkah nyata ini ditandai dengan peresmian RTH sekaligus kawasan Konservasi Mata Air Cihanja di RT 02 RW 10, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Selasa (18/8/2026).
Peresmian RTH seluas hampir 7.000 meter persegi tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Farhan menegaskan, pembangunan RTH di Kota Bandung kini tidak semata-mata mengejar luasan lahan, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas dan manfaat nyata bagi lingkungan.
”Pada dasarnya kami melihat yang perlu ditingkatkan bukan cuma sekadar luasan RTH-nya, tetapi kualitas RTH-nya. Penambahan kualitas RTH ditunjukkan salah satunya melalui RTH Cihanja,” ujar Farhan di lokasi acara.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan Cihanja disesuaikan dengan konsep Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) yang diusung Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Indikatornya mencakup tutupan vegetasi, kualitas udara, hingga keterjagaan sumber air.
Menurut Farhan, lokasi RTH Cihanja memiliki keunggulan alami karena minim polusi udara dan bebas dari kawasan industri.
”Sumber mata airnya masih sangat bagus. Kemudian di sini tidak ada pabrik, lalu lintas juga rendah, sehingga kualitas udaranya diharapkan jauh lebih bagus,” terangnya.
Guna menjaga keberlanjutan RTH Cihanja agar tak berhenti sebatas seremoni, Farhan menginstruksikan unsur kewilayahan seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Karang Taruna untuk terlibat aktif dalam pengelolaan harian.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menjelaskan bahwa penataan RTH Cihanja merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah seperti BPBD, DPKP, DSDABM, hingga unsur kecamatan dan kelurahan.
Rizki menyebutkan, sebanyak 2.503 bibit pohon telah ditanam di kawasan tersebut, termasuk bantuan 1.000 bibit pohon kopi dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat serta aneka tanaman buah produktif seperti jeruk, durian, sawo, dan mangga.
”Harapannya air tetap terjaga untuk tetap mengalir, air tanah tetap kuat, udara tetap bersih, dan lingkungan tetap nyaman,” pungkas Rizki. (JM)












