KANAL

Jadi Sasaran Pencatutan Nama Modus Minta Uang, Ini Langkah Pejabat Dinkes Kabupaten Tasikmalaya

×

Jadi Sasaran Pencatutan Nama Modus Minta Uang, Ini Langkah Pejabat Dinkes Kabupaten Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Aksi penipuan dengan memanfaatkan aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA) kembali marak. Kali ini, pelaku menyasar dan mencatut nama pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya.

​Tak tanggung-tanggung, nama pejabat yang dicatut merupakan unsur pimpinan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya, yakni Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Aa Ahmad Nurdin, MM. MH., serta Kabid Pelayanan Kesehatan dan Tempat Usaha, H. Epi Edwar Lutfi.

​Peristiwa pertama bergulir sejak sepekan lalu. Modus pelaku bermula saat sebuah pesan WA masuk ke nomor ponsel salah seorang Kepala Puskesmas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

​Dalam pesan dari nomor misterius tersebut, pelaku meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang dengan mengatasnamakan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Aa Ahmad Nurdin.

​Saat dikonfirmasi, Plt. Kadinkes Kabupaten Tasikmalaya, dr. H. Aa Ahmad Nurdin mengaku kaget atas beredarnya pesan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah meminta uang kepada siapa pun.

​”Saya tidak pernah meminta mentransfer uang kepada siapa pun. Makanya ketika banyak rekan-rekan menanyakan hal itu, saya kaget, karena saya tidak pernah merasa meminta,” ungkap Aa Ahmad Nurdin

​Berdasarkan penelusuran, nomor ponsel yang digunakan pelaku kerap berubah-ubah. Setelah dicek lebih lanjut, nomor-nomor tersebut diketahui fiktif atau tanpa identitas yang jelas

​Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, dr. Aa langsung mengambil langkah cepat dengan membuat klarifikasi. Ia mengimbau semua pihak agar tidak mengindahkan segala bentuk permintaan yang mengatasnamakan dirinya maupun instansi Dinkes. Pesan klarifikasi tersebut langsung disebarkan ke nomor ponsel rekan sejawat dan relasinya.

​Meski belum ada korban yang telanjur mengirimkan uang, Aa mengaku tindakan pencatutan nama ini sangat mengganggu kenyamanan.

​”Alhamdulillah tidak ada yang sampai melakukan pengiriman uang, karena rekan-rekan kami juga pasti lebih paham bahwa hal tersebut merupakan modus penipuan,” pungkasnya.

​Kabid Yankes Turut Jadi Sasaran
​Selang sepekan kemudian, atau tepatnya pada Kamis (28/5/2026) malam, kasus serupa kembali terulang. Kali ini giliran Kabid Pelayanan Kesehatan dan Tempat Usaha Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, H. Epi Edwar Lutfi yang menjadi korban pencatutan nama oleh orang tak bertanggung jawab.

​Praktek penipuannya pun identik. Pelaku mengirimkan pesan singkat meminta sejumlah uang dengan memasang identitas H. Epi Edwar Lutfi.

​”Pada Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, kami mendapat telepon dari rekan-rekan. Mereka menyampaikan ada yang meminta dikirim uang atas nama saya. Padahal saya tidak pernah meminta kepada siapa pun untuk dikirim uang,” terang H. Epi.

​Beruntung, berkat kewaspadaan para relasi, tidak ada satu pun yang terkecoh hingga melakukan transaksi pengiriman uang. Secara materiil memang tidak ada kerugian, namun H. Epi merasa nama baiknya dicemarkan oleh ulah oknum tersebut.

​Menyadari namanya dipakai untuk alat penipuan, H. Epi langsung bergerak cepat dengan membuat pengumuman klarifikasi yang diunggah melalui status WhatsApp pribadinya agar diketahui oleh masyarakat luas dan seluruh koleganya. (Adji Shg)