KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus tancap gas mempercantik estetika kota sekaligus mendongkrak fasilitas keselamatan bagi para pengguna jalan.
Salah satu langkah nyata yang kini tengah dikebut adalah pemasangan marka khusus bagi para pencinta gowes alias pesepeda di kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di depan Bandung Indah Plaza (BIP).
Berdasarkan pantauan di lapangan, fasilitas baru besutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung ini pun sudah mulai dinikmati masyarakat. Sejumlah pesepeda tampak asyik dan nyaman melintasi jalur khusus tersebut tanpa rasa waswas, meski arus lalu lintas di pusat kota terbilang cukup padat.
Langkah ini rupanya menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bandung untuk menghidupkan kembali mobilitas ramah lingkungan. Selain urusan estetika, keberadaan marka ini diharapkan mampu memicu minat warga Bandung untuk kembali menggalakkan aktivitas bersepeda, baik sebagai alat transportasi harian maupun sekadar olahraga.
Terlebih, Jalan Merdeka merupakan salah satu etalase alias urat nadi strategis Kota Kembang yang kini sedang mendapat perhatian khusus dalam program penataan dan beautifikasi kota.
Gebrakan dari Dishub Kota Bandung ini pun langsung memanen respons positif dari masyarakat. Salah satunya datang dari Agus Hadi, seorang warga Sukabumi yang kebetulan sedang melintas di area tersebut.
Menurut Agus, adanya marka khusus ini memberikan jaminan rasa aman yang lebih bagi para pesepeda, mengingat jalur Jalan Merdeka hampir tak pernah sepi dari kepungan kendaraan bermotor.
“Arus lalu lintas kalau dikasih marka gini bagus ya, jadi safety juga buat pesepeda yang lewat jalur ini. Arus menuju Jalan Merdeka lumayan cukup padat. Kalau pejalan kaki kan sudah ada trotoar. Apalagi saat akhir pekan biasanya banyak pesepeda,” ujar Agus, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, pembagian ruang jalan yang jelas ini secara otomatis bisa menekan potensi angka kecelakaan di jalan raya. Namun, Agus juga menitipkan pesan agar pemeliharaan fasilitas ini tidak kendor di kemudian hari.
“Harapannya kalau sudah pudar bisa dicat lagi biar kelihatan lebih jelas. Jalan juga sekarang sudah bagus sih, sudah tidak banyak yang bolong-bolong lagi,” harapnya.
Tak cuma urusan jalur sepeda, radar penataan Dishub Kota Bandung juga menyasar kawasan rawan pelanggaran di Taman Cipaganti.
Guna menyumpal aksi nekat para pengendara yang kerap membandel, petugas memasang sedikitnya 20 unit concrete barrier alias pembatas beton di lokasi tersebut.
Langkah tegas ini sengaja diambil sebagai tindakan preventif demi meminimalisasi kecelakaan. Pasalnya, jalur tersebut sejatinya merupakan jalur satu arah dari Jalan Setiabudi menuju Jalan Cipaganti. Namun di lapangan, masih saja ditemukan pengendara nakal yang nekat melawan arus dan membahayakan nyawa pengguna jalan lain.
Pascapemasangan pembatas beton tersebut, arus kendaraan di kawasan Taman Cipaganti kini terpantau jauh lebih tertib, lancar, dan bebas dari aksi kucing-kucingan para pelanggar lalu lintas. (JM)






