KABAR POLISI

Kicau Mania Meriahkan HUT ke-80 Bhayangkara di Kabupaten Tasikmalaya

×

Kicau Mania Meriahkan HUT ke-80 Bhayangkara di Kabupaten Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini
Kicau Mania
Kicau Mania Piala Kapolres Tasikmalaya sukses dan meriah terselenggara, dalam rangka HUT ke-80 Bhayangkara.

KAPOL.ID — Ratusan burung Murai bernyanyi dan menari di Cipakat, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Semua mengadu kebolehan di hadapan para juri, Minggu (21/6/2026).

Murai paling gacor keluar sebagai pemenang Piala Kapolres Cup Kicau Mania. Kegiatan itu sendiri berlangsung atas prakarsa Polres Tasikmalaya, dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara.

Pesertanya mencapai ratusan. Sebab kontes terdiri dari 14 kelas. Peserta datang sejak pagi buta; berasal dari Bandung, Cilacap, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Garut dan daerah lainnya. Bahkan bertahan sampai sore.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama mengaku takjub. Katanya, di samping ajang unjuk kebolehan burung piaraan, even ini juga menjadi jembatan kuat untuk mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

“Ini untuk mempererat hubungan Polres Tasikmalaya dengan masyarakat, khususnya para penggemar burung. Kita berharap ini merupakan sinergi yang bagus antara Polres, pihak penyelenggara seperti Pak Haji Ijang, Kasat Reskrim, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir,” ujar Wahyu.

Mengingat tingginya animo masyarakat, Polres Tasikmalaya berniat menjadikan even serupa sebagai agenda tahunan. Dengan demikian, para pencinta burung bisa terus bersiap.

“Pada edisi kali ini, perlombaan kami fokuskan pada kelas burung Murai Batu, baik muda maupun dewasa. Ini memang dikenal sebagai salah satu kelas paling prestisius,” tandas Wahyu.

Di pihak lain, Ketua Umum Saduluran Murai Sukapura (SMS) selaku pihak penyelenggara, Ijang Suryana mengaku bangga. Ia bahkan mengapresiasi dukungan penuh dari Polres Tasikmalaya.

“Sebuah kehormatan besar bagi kami bisa menggelar acara di bawah tajuk Piala Kapolres Cup. Harapan kami sama dengan para Kicau Mania, yaitu agar kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun,” kata Ijang.

Sementara bagi para peternak dan pedagang burung, kontes kicau mania jadi ajang berburu rezeki. Kontes berarti momentum menguji kualitas peliharaan, sehingga nilai jualnya bisa meningkat.

Misalnya Ade yang akrab dengan panggilan Pak Oyon, asal Kota Tasikmalaya. Ia sengaja membawa burung dagangannya untuk langsung diuji di arena gantangan SMS.

Meski burung miliknya sudah kenyang pengalaman hingga 10 kali mencicipi kontes tingkat nasional, ini adalah debut pertamanya di arena lokal Tasikmalaya.

“Harapannya burung bisa tampil stabil. Karena ini statusnya burung dagangan, ya intinya biar makin dilirik dan pengen cepat laku dengan harga terbaik,” seloroh Pak Oyon.