KANAL

HKP ke-54, Gin Gin Ginanjar Apresiasi Petani Buruan Sae yang Jaga Ketahanan Pangan

×

HKP ke-54, Gin Gin Ginanjar Apresiasi Petani Buruan Sae yang Jaga Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Keterbatasan lahan di kawasan metropolitan tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kota Bandung untuk terus menjaga ketahanan pangan. Melalui momentum Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54, apresiasi tinggi diberikan kepada para petani yang dinilai menjadi pahlawan pangan lokal.

​Peringatan HKP tahun ini mengusung tema “Petani Keren, Petani Hebat”, yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung bersama kelompok tani se-Kota Bandung di Jalan Arjuna, Kamis (25/6/2026).

​Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyatakan, HKP merupakan momentum sakral tahunan untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para petani yang konsisten memproduksi pangan di area perkotaan (urban farming).

​”Hari Krida Pertanian ini menjadi hari apresiasi untuk para petani yang selama ini sudah bekerja keras membangun ketahanan pangan dan mempertahankan pertanian berkelanjutan,” ujar Gin Gin Ginanjar di sela-sela kegiatan.

​Meskipun secara nasional puncak HKP dipusatkan di Gorontalo dan dihadiri langsung oleh Presiden RI, kata Gin Gin, Kota Bandung sengaja menggelar acara sendiri setelah seluruh rangkaian perlombaan sektor pertanian di tingkat lokal rampung dilaksanakan.

​Pameran Produk Unggulan dan Buruan Sae
​Pantauan di lapangan, acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga ruang pamer bagi produk-produk pertanian unggulan Kota Bandung. Ragam hasil panen kelompok tani, display program inovatif Buruan Sae, hingga komoditas komersial lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) tampak memadati lokasi acara.

​Tak hanya itu, DKPP Kota Bandung juga menggelontorkan sejumlah stimulan berupa bantuan sarana prasarana pertanian, benih, pupuk, pestisida, serta sarana pendukung program Buruan Sae.

​”Kami ingin para petani tetap semangat dan produktif. Bantuan ini diharapkan mampu mendongkrak performa mereka di lapangan,” tambah Gin Gin.

​Berdasarkan data yang dihimpun, kegiatan ini sukses menyedot perhatian kelompok tani dari 30 kecamatan. Tercatat saat ini ada sekitar 45 kelompok tani konvensional yang masih aktif bergerak di Kota Bandung.

​Hebatnya lagi, geliat pertanian kota didukung penuh oleh kehadiran 555 kelompok Buruan Sae yang menjadi pilar utama ketahanan pangan di level keluarga.

​Gin Gin membeberkan, sektor pertanian di Kota Kembang rupanya masih didominasi oleh komoditas padi dan hortikultura. Walau berstatus kota metropolitan, Bandung nyatanya masih menyisakan sekitar 699 hektare lahan sawah aktif.

​”Petani sawah kita masih ada dan tetap produktif. Selain itu ada sektor perikanan dan peternakan, tapi memang yang paling dominan di sini adalah petani padi dan sayuran,” jelasnya.

​Lewat HKP ke-54 ini, Gin Gin berharap sinergitas antara pemerintah, pelaku pertanian, dan masyarakat terus menguat demi menjaga stabilitas pangan daerah ke depan. (JAE)