BISNIS

Tingkatkan Keselamatan Warga, KAI Daop 2 Serahkan Gardu Jaga JPL 19 Mandalagiri ke Pemkab Garut

×

Tingkatkan Keselamatan Warga, KAI Daop 2 Serahkan Gardu Jaga JPL 19 Mandalagiri ke Pemkab Garut

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung resmi menyerahkan bangunan gardu jaga Perlintasan Sebidang JPL 19 yang berlokasi di Jalan Mandalagiri, kawasan emplasemen Stasiun Garut.

​Prosesi serah terima fasilitas vital tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (9/7/2026).

Bangunan gardu jaga diserahkan langsung oleh manajemen KAI Daop 2 Bandung dan diterima oleh Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin.

​Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono mengungkapkan, pembangunan gardu jaga ini merupakan wujud kolaborasi konkret antara pihak perkeretaapian dengan Pemerintah Kabupaten Garut. Target utamanya jelas: menekan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.

​”Penyerahan gardu JPL 19 ini adalah bentuk sinergi untuk meningkatkan keselamatan. Sebab, urusan keselamatan di perlintasan adalah tanggung jawab bersama agar operasional kereta api maupun aktivitas warga Garut sama-sama aman dan lancar,” ujar Hendra

​Hendra tak menampik, selama ini petugas penjaga di JPL 19 Mandalagiri sebenarnya sudah bertugas dengan sigap. Hanya saja, mereka belum ditunjang oleh fasilitas pos jaga yang representatif dan memadai.

​”Ini sumbangsih dari kami (KAI). Di JPL 19 itu petugasnya sudah ada, tapi belum punya bangunan pos. Makanya kami bangunkan gardu ini, lalu diserahkan ke Pemkab Garut agar bisa dirawat dan digunakan sehari-hari. Kalau tempatnya nyaman, petugas tentu bisa lebih optimal bekerja menjaga keselamatan masyarakat,” terangnya.

​Bukan hanya soal gardu jaga di perkotaan Garut, pertemuan strategis di Pendopo tersebut ternyata juga menelurkan kabar baik bagi warga Garut Utara, khususnya para pengguna moda transportasi kereta api di Stasiun Leles.

​Pihak KAI Daop 2 Bandung membeberkan rencana awal penataan kawasan Stasiun Leles. Langkah ini diambil menyusul melonjaknya aktivitas dan volume penumpang di stasiun tersebut seiring bertambahnya jadwal perjalanan KA yang berhenti di sana.

​”Volume penumpang dan frekuensi KA yang berhenti di Stasiun Leles saat ini sudah cukup tinggi. Namun, yang masih menjadi ‘PR’ kita bersama adalah fasilitas parkir yang belum memadai,” ungkap Hendra.
​Guna merespons kebutuhan mendesak tersebut, Hendra menyebutkan bahwa pihak KAI sudah mulai mencicil pembenahan sejak tahun ini.

​”Tahun ini KAI sudah menjalankan program sterilisasi stasiun dan pembangunan peron sedang di Stasiun Leles. Insya Allah, tahun depan target kami adalah merealisasikan penataan area parkir. Jadi akses masyarakat menuju stasiun nanti jauh lebih mudah, rapi, dan nyaman,” pungkasnya.

​Melalui penataan infrastruktur yang kian apik ini, diharapkan konektivitas transportasi di Kota Intan makin meroket, sekaligus mampu mendongkrak urat nadi perekonomian masyarakat Garut. (JM)