KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Insiden kurang terpuji diduga dilakukan oleh oknum awak bus angkutan umum di jalur utama Kabupaten Garut. Sebuah bus Primajasa jurusan Bekasi–Singaparna dengan nomor polisi B 7751 FGA, diduga telah mencelakai pengendara sepeda motor di Jalan Raya Kadungora, tepatnya di kawasan Pasar Kadungora, Kabupaten Garut
Ironisnya, alih-alih memberikan pertolongan kepada korban yang terjatuh, bus sarat penumpang tersebut diduga tetap melanjutkan perjalanan dan terkesan lepas tanggung jawab.
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat arus lalu lintas di kawasan Kadungora tengah mengalami hambatan alias macet. Melihat celah, sejumlah pengendara sepeda motor memilih melintas melalui bahu jalan.
Namun nahas, di saat bersamaan, pintu bus Primajasa diduga tiba-tiba dibuka oleh sang kernet tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas di sisi kiri kendaraan.
Pintu bus yang terbuka mendadak itu pun langsung menghantam sepeda motor yang dikendarai oleh Alif Nuranhar, yang saat itu tengah membonceng istrinya. Akibat benturan keras tersebut, sepasang suami istri ini langsung terjatuh ke badan jalan.
“Saya kaget. Tiba-tiba kernet membuka pintu dan langsung menghantam motor saya,” ungkap Alif saat memberikan keterangannya.
Menurut Alif, sikap awak bus setelah kejadian justru sangat mengecewakan. Bukannya turun untuk memastikan kondisi korban atau sekadar meminta maaf, kernet bus disebut-sebut tetap asyik menaikkan penumpang seolah tidak terjadi apa-apa.
“Tidak ada permintaan maaf, tidak ada pertanggungjawaban. Malah tetap melayani penumpang,” sesal Alip
Merasa diabaikan begitu saja, korban sempat berupaya mengejar bus tersebut untuk meminta pertanggungjawaban. Namun sayang, pengemudi bus memilih tidak menghentikan kendaraannya dan terus melaju meninggalkan lokasi kejadian.
Aksi “tancap gas” yang diduga dilakukan oleh awak bus ini pun memicu sorotan tajam dari warga sekitar dan pengguna jalan lainnya. Kejadian ini kembali memunculkan pertanyaan publik terkait kepatuhan awak angkutan umum terhadap standar keselamatan (SOP) di jalan raya.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan manajemen Primajasa Garut yang telah dikonfirmasi belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait dugaan insiden kecelakaan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak manajemen Primajasa untuk memberikan penjelasan atas peristiwa ini.
Sementara itu, korban sangat berharap pihak perusahaan tidak menutup mata dan segera menunjukkan iktikad baik atas insiden yang menimpanya. Korban juga meminta manajemen melakukan evaluasi total terhadap para awak bus agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (AM)






