KANAL

Menjaga Lumbung Pangan Ujungjaya: Kiprah H. Asep Rosadi Nahkodai Gapoktan Jaya Mandala, Lembaga Legendaris Sarat Prestasi Sejak Era 90-an

×

Menjaga Lumbung Pangan Ujungjaya: Kiprah H. Asep Rosadi Nahkodai Gapoktan Jaya Mandala, Lembaga Legendaris Sarat Prestasi Sejak Era 90-an

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE – Keberhasilan sektor pertanian di tingkat desa tidak pernah lepas dari hadirnya sosok pemimpin yang mampu merangkul, mengedukasi, dan mengorganisasi para petani. Di Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, peran vital tersebut diemban dengan penuh dedikasi oleh H. Asep Rosadi.

Di usianya yang menginjak 42 tahun, H. Asep telah dipercaya mengemban amanah besar sebagai Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Mandala.

Ia membawahi dan mengoordinasikan seluruh kelompok tani yang tersebar di wilayah Desa Palasari, membawa energi baru yang adaptif namun tetap menghormati nilai-nilai tradisi luhur dari para petani setempat.

Menariknya, Gapoktan Jaya Mandala bukanlah organisasi yang baru seumur jagung. Berdiri kokoh sejak era 1990-an, lembaga ini merupakan salah satu Gapoktan legendaris di Kabupaten Sumedang yang sarat akan prestasi.

Selama lebih dari tiga dekade, Jaya Mandala telah membuktikan diri sebagai benteng pertahanan pangan yang tangguh, melahirkan berbagai inovasi pertanian, dan berulang kali menorehkan tinta emas dalam pembangunan pedesaan.

Di bawah kepemimpinan H. Asep Rosadi, warisan prestasi dan sejarah panjang tersebut terus dirawat, direvitalisasi, dan ditingkatkan kualitasnya agar tetap relevan menghadapi dinamika modern.

Tameng Petani dari Jerat Tengkulak dan Aksi Nyata Serapan Gabah

Kepemimpinan H. Asep Rosadi tidak hanya teoretis di atas kertas, melainkan dibuktikan dengan aksi nyata langsung di lapangan persawahan.

Salah satu kiprah paling krusial yang ia lakukan adalah ketika menginisiasi aktivitas penampungan hasil tani mandiri dari para kelompok tani di saat masa puncak serapan gabah sekitar tahun 2024 hingga 2025.

Langkah taktis ini lahir dari rasa kepedulian yang sangat mendalam terhadap nasib para petani kecil yang sering kali menjadi sasaran empuk permainan harga oleh para tengkulak atau perantara yang tidak bertanggung jawab.

Saat harga gabah di pasaran rentan dipermainkan dan merugikan petani, Gapoktan Jaya Mandala di bawah komando H. Asep hadir sebagai penyelamat ekonomi lokal.

Dengan menampung dan menyerap hasil panen secara adil, lembaga ini berhasil menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Upaya ini memastikan keringat para petani terbayar dengan nilai yang layak, sekaligus memutus mata rantai ketergantungan terhadap tengkulak. Sinergi ini membuktikan bahwa Gapoktan bukan sekadar wadah administratif, melainkan pelindung ekonomi yang nyata bagi anggotanya.

Apresiasi Terhadap Pemerintah dan Kolaborasi Bersama PPL

Keberhasilan menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani di Desa Palasari tentu tidak diraih secara instan. H. Asep Rosadi menyadari betul pentingnya kolaborasi multisektoral.

Dalam berbagai kesempatan, ia selalu mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Sumedang atas segala bentuk bantuan stimulan, sarana prasarana, serta program subsidi yang telah digulirkan demi menyokong kesejahteraan para petani di daerahnya.

Tak lupa, apresiasi mendalam juga ia sematkan kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Keberadaan PPL yang senantiasa memberikan pendampingan teknis secara konsisten dan sabar di lapangan menjadi kunci utama di balik peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Berkat edukasi mengenai pola tanam yang tepat, pengendalian hama yang efektif, serta penerapan teknologi pertanian modern dari PPL, para petani di Desa Palasari kini mampu menghasilkan panen yang optimal, melimpah, serta berkualitas tinggi secara berkelanjutan.

Komitmen Nyata sang Ketua

Saat ditemui di sela-sela aktivitasnya memantau kawasan persawahan Desa Palasari, H. Asep Rosadi yang kini berusia 42 tahun ini menyampaikan rasa bangga sekaligus tanggung jawab moralnya yang besar:

“Memimpin Gapoktan Jaya Mandala yang lahir sejak era 1990-an adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab moral yang sangat besar bagi saya pribadi. Lembaga ini didirikan dengan tetes keringat para sesepuh tani terdahulu dan telah mengukir banyak prestasi. Tugas saya hari ini bukan hanya mempertahankan kejayaan masa lalu, tetapi membawa warisan prestasi tersebut ke level yang lebih tinggi di era modern melalui aksi nyata, termasuk menyelamatkan harga panen petani dari cengkeraman tengkulak.”.Ujar H .Asep. Rabu (15/7)

Beliau juga menekankan pentingnya persatuan antarkelompok tani demi menjaga ketahanan pangan dan menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.

“Seluruh kelompok tani di Desa Palasari ini adalah satu keluarga besar. Di bawah bendera Jaya Mandala, kita satukan persepsi. Jika satu kelompok tani mengalami kendala hama, air, atau harga, kelompok lain ikut bahu-membahu mencari solusinya. Kami sangat berterima kasih atas perhatian penuh dari pemerintah pusat, daerah, dan juga bimbingan tiada henti dari rekan-rekan PPL. Berkat kerja sama ini, tantangan iklim dan teknologi saat ini bisa kita lalui bersama sehingga hasil panen tetap melimpah.”. Tambahnya

H. Asep Rosadi juga menyelipkan harapan besar bagi regenerasi petani dan masa depan Desa Palasari agar tetap menjadi pilar pangan yang diperhitungkan.

“Harapan saya sederhana namun mendalam: saya ingin melihat petani di Palasari ini tersenyum saat panen tiba karena hasil yang melimpah dan harga yang adil. Kami di Gapoktan Jaya Mandala akan terus mengetuk pintu pemerintah dan merangkul para pemuda desa agar mau turun ke sawah dengan cara yang lebih modern. Tanah Ujungjaya ini berkah, dan kami siap menjaganya demi ketahanan pangan daerah.”.Pungkasnya.

Melalui perpaduan kepemimpinan H. Asep Rosadi yang humanis-visioner dan fondasi sejarah Gapoktan Jaya Mandala yang sarat prestasi, pertanian di Desa Palasari kini menatap masa depan dengan keyakinan penuh sebagai lumbung pangan yang mandiri, maju, dan berdaulat. (Guh)***