BIROKRASI

Bela Petani Ujungjaya, Presiden Prabowo Tegas: Yang Bilang Beras Mahal, Silakan Tanam Sendiri!

×

Bela Petani Ujungjaya, Presiden Prabowo Tegas: Yang Bilang Beras Mahal, Silakan Tanam Sendiri!

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan tegas sekaligus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menghargai profesi petani.

Pernyataan menohok tersebut disampaikan melalui konferensi video (video conference) saat beliau menghadiri Panen Raya Tiga Komoditas Pangan (padi, tebu, dan kedelai) di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7), yang terhubung langsung dengan acara Panen Raya Padi di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Dalam arahan virtualnya yang disaksikan langsung oleh para petani di Sumedang, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kesejahteraan petani harus menjadi prioritas utama negara. Beliau secara terbuka menyatakan rasa bangganya terhadap dedikasi para petani sebagai garda terdepan penjaga ketahanan pangan nasional.

“Saya bangga dengan petani kita. Bagi siapa saja yang mengeluhkan dan bilang bahwa harga beras saat ini terlalu mahal, silakan coba untuk menanam padi sendiri,” ujar Presiden Prabowo yang langsung disambut riuh dan tepuk tangan para peserta panen raya di Ujungjaya, Sumedang.

Pernyataan keras Kepala Negara ini bukan tanpa alasan. Prabowo menjelaskan bahwa petani berhak memperoleh penghasilan serta keuntungan yang layak dari hasil keringat mereka. Konsumen diharapkan tidak hanya bisa mengeluh terkait dinamika harga di pasar tanpa mau memahami rumit, berat, dan tingginya risiko proses produksi padi di sawah.

Guna memberikan pembuktian nyata atas pernyataannya, Presiden Prabowo bahkan langsung menginstruksikan jajaran Kementerian Pertanian bersama unsur TNI untuk ikut turun tangan. Beliau meminta agar disediakan lahan khusus bagi kelompok masyarakat yang meragukan hal tersebut, agar mereka dapat mencoba langsung proses bertani dari awal.

Langkah provokatif yang positif ini diambil untuk memberikan edukasi langsung kepada publik bahwa bertani bukanlah pekerjaan yang mudah, melainkan profesi penuh tantangan yang sudah sepatutnya dihargai tinggi oleh seluruh lapisan bangsa.

Melalui momentum panen raya yang menghubungkan dua titik sentral pangan ini, pemerintah berharap sinergi lintas sektor dapat berjalan semakin kuat. Integrasi antara kebijakan pusat, pengawasan TNI, dan kerja keras petani di daerah seperti di Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, diharapkan terus berjalan selaras.

Langkah konkret ini dirancang demi mewujudkan kedaulatan pangan yang tidak hanya mandiri secara nasional, tetapi juga mampu menyejahterakan seluruh pihak, terutama para petani yang menjadi fondasinya.i