BISNIS

Reaktivasi Bandara Husein Bandung Disambut Antusias Pelaku Usaha Pasar Baru

×

Reaktivasi Bandara Husein Bandung Disambut Antusias Pelaku Usaha Pasar Baru

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Sinyal hijau reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung langsung direspon semringah oleh para pelaku usaha di Pasar Baru Bandung.

Para pedagang meyakini, kembali mengudaranya penerbangan komersial di jantung Kota Kembang ini bakal jadi ‘angin segar’ untuk mendongkrak kembali denyut ekonomi, perdagangan, hingga pariwisata yang sempat melesu usai penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati.

​Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B), Iwan Suhermawan, tak menampik jika pembukaan kembali Bandara Husein adalah kabar gembira yang sudah dinanti-nanti sejak lama. Pasalnya, bandara tersebut selama ini menjadi ‘pintu emas’ masuknya wisatawan mancanegara (wisman) berkantong tebal asal Malaysia, Singapura, hingga Brunei Darussalam.

​”Alhamdulillah perjuangan ini akhirnya membuahkan hasil. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang telah mendorong reaktivasi Bandara Husein, serta Presiden Prabowo yang telah memutuskan pembukaan kembali bandara ini. Ini jadi harapan baru bagi kebangkitan ekonomi Bandung,” ujar Iwan saat ditemui di Pasar Baru Bandung, Selasa (21/7/2026).

​Iwan membeberkan, sebelum operasional Bandara Husein dipindahkan, sekitar 30 persen pelancong yang plesiran ke Bandung masuk melalui jalur udara tersebut.

Kehadiran para wisman ini tak cuma menghidupkan lapak pedagang Pasar Baru, tapi juga mengucurkan pundi-pundi rupiah ke berbagai sektor usaha di Jawa Barat.

​”Orang Malaysia itu kalau ke Bandung tujuannya ya Pasar Baru. Mereka berburu busana muslim, mukena, batik, sampai cendera mata. Potensi belanjanya sangat luar biasa,” tambahnya.

​Bersiap Sambut Turis Mancanegara
​Menyikapi reaktivasi ini, jajaran pedagang di Pasar Baru mulai tancap gas berbenah. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, penguatan aspek keamanan, hingga penyediaan produk-produk berkualitas tinggi yang ramah di kantong.

​Iwan pun mendorong Pemkot Bandung agar melangkah lebih jauh dengan menyiapkan penataan khusus untuk kawasan ekonomi Pasar Baru.

​”Sebab kalau Pasar Baru ramai, efek domino-nya luas. Sentra produksi seperti konveksi, bordir, perajin tas, hingga sepatu di pelbagai wilayah Jabar bakal ikut kecipratan rezeki,” tegas Iwan.

​Pedagang Mulai Tambah Stok dan Inovasi
​Dampak positif reaktivasi ini juga diamini Alfetra, salah seorang pedagang suvenir di Pasar Baru. Ia mengaku penjualan sempat merosot tajam lantaran turis asing enggan menempuh perjalanan darat yang panjang via Jakarta.

​”Dulu ramainya luar biasa, turis Malaysia dan Brunei datang tiap hari. Mudah-mudahan dengan aktifnya lagi Bandara Husein, pasar ekspor pesanan suvenir dan perlengkapan pernikahan kami semakin melesat,” harapnya.

​Senada dengan Alfetra, Maya, pedagang daster di Pasar Baru, kini sibuk menambah persediaan stok barang dan memperbanyak tenaga jahit guna mengantisipasi melonjaknya pesanan jelang musim libur.

​”Kami pastikan harga sama rata, tidak ada beda untuk turis asing maupun lokal. Yang penting pelanggan puas, nyaman, dan mau kembali lagi belanja ke Bandung,” pungkas Maya. (JAE)