BISNIS

KAI Garap TOD Kiaracondong, 1.000 Rusun Jadi Langkah Awal Transformasi Bandung Timur

×

KAI Garap TOD Kiaracondong, 1.000 Rusun Jadi Langkah Awal Transformasi Bandung Timur

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menggarap transformasi besar kawasan Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung. Tak lagi sekadar menjadi area pendukung operasional kereta api, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan transportasi publik, hunian vertikal, hingga pusat kegiatan ekonomi.

Langkah awal pengembangan ditandai dengan rencana pembangunan 1.000 unit rumah susun tipe 36 di atas lahan milik KAI seluas sekitar 9.600 meter persegi. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi KAI, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta mitra swasta.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyifin menegaskan, pembangunan rumah susun hanyalah tahap awal. Ke depan, kawasan Kiaracondong diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Bandung.

“Kalau dari KAI sendiri kita akan mengembangkan kawasan Kiaracondong ini menjadi salah satu pusat ekonominya Bandung nantinya. Kita akan integrasikan Laswi Heritage, Stasiun Kiaracondong, hingga Stasiun Bandung di sisi barat,” ujar Bobby di Bandung, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, konsep pengembangan tidak hanya menghubungkan kawasan heritage dan jaringan transportasi, tetapi juga akan terintegrasi dengan pusat riset, pusat data, hingga kawasan perkantoran. Seluruh aktivitas dirancang bertumpu pada transportasi massal sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi.

“Harapannya ini akan menjadi kawasan yang benar-benar terintegrasi,” katanya.

Bobby menjelaskan, lahan yang disiapkan terdiri atas dua bidang seluas sekitar 7.000 meter persegi dan 2.500 meter persegi. Pembahasan teknis pembangunan masih dimatangkan bersama Astra Property dan KAI Property.

“Totalnya sekitar 9.600 meter persegi. Konsepnya rumah susun tipe 36, sementara detail teknisnya masih kami bahas bersama mitra,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh kawasan akan ditata ulang mengikuti konsep TOD yang telah diterapkan di berbagai kota besar dunia.

“Kalau melihat Jepang atau Singapura, mereka memiliki kawasan TOD yang terintegrasi. Bandung juga akan kita arahkan ke sana,” ucap Bobby.

Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi KAI dalam mengoptimalkan aset negara agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan pembangunan rumah susun di Kiaracondong sepenuhnya dibiayai oleh sektor swasta. Pemerintah, kata dia, fokus pada penyusunan regulasi serta pengawasan pelaksanaan proyek.

Program ini menjadi bagian dari target pembangunan 2.000 unit rumah susun dan renovasi 1.000 rumah pada tahun 2026.

“Rinciannya, 1.000 unit di Jakarta dan 1.000 unit di Bandung berupa rumah susun tipe 36 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan area servis,” jelas Maruarar.

Pemerintah juga menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) agar calon penghuni benar-benar berasal dari masyarakat yang berhak menerima manfaat.

Namun, skema pengelolaan hunian masih dalam pembahasan. Pemerintah akan berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta PT KAI sebagai pemilik lahan.

“Nanti apakah skemanya sewa jangka panjang atau bentuk lainnya, masih kami konsultasikan dengan BPK, BPKP, dan tentu bersama KAI sebagai pemilik lahan,” kata Maruarar.

Pengembangan TOD Kiaracondong diharapkan tidak hanya menghadirkan hunian baru, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Kota Bandung melalui integrasi transportasi, aktivitas bisnis, dan pemanfaatan aset negara yang lebih produktif. (JAE)