KANAL

Sentra Wyata Guna Bandung Hadirkan Ruang Bahagia bagi Anak, Atalia Praratya Soroti Pentingnya Peran Keluarga

×

Sentra Wyata Guna Bandung Hadirkan Ruang Bahagia bagi Anak, Atalia Praratya Soroti Pentingnya Peran Keluarga

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Sentra Wyata Guna Bandung tak sekadar menjadi ajang hiburan bagi anak-anak. Berbagai kegiatan edukatif, sosial, hingga layanan kesehatan digelar sebagai upaya menghadirkan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi penerus bangsa.

Selama dua hari, 22-23 Juli 2026, Sentra Wyata Guna Bandung bekerja sama dengan Bank Mandiri dan BSI menggelar beragam kegiatan yang diikuti ratusan anak tingkat PAUD, SD hingga SMP dari wilayah Kecamatan Cicendo, SLBN A Bandung, serta Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung dan SRMP 11 Kabupaten Bandung Barat.

Rangkaian kegiatan diawali lomba menyanyi, baca puisi dan cerdas cermat. Puncaknya pada Kamis (23/7/2026), digelar khitanan massal bagi 87 anak dari keluarga prasejahtera, lomba mewarnai, parenting class, bazar UMKM, pentas seni, hingga penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. Atalia Praratya, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Sentra Wyata Guna yang dinilainya berhasil menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkarya sekaligus bergembira.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk tumbuh dan mengembangkan potensi. Di sini mereka bisa mengikuti lomba, tampil di pentas seni, hingga memperoleh layanan sosial. Ini langkah yang sangat baik,” ujar Atalia.

Ia juga mengapresiasi inovasi Sentra Wyata Guna yang mengembangkan kawasan urban farming. Bahkan, dalam kesempatan itu Atalia turut meninjau panen perdana melon varietas Kinanti yang menjadi salah satu produk unggulan sentra tersebut.

Menurutnya, pemanfaatan lahan menjadi kawasan pertanian edukatif tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus agar lebih dekat dengan alam dan belajar hidup mandiri.

Di sisi lain, Atalia mengingatkan besarnya tantangan pengasuhan anak di era digital. Menurutnya, penggunaan gawai dan media sosial harus mendapat perhatian serius dari orang tua.

“Kehangatan keluarga tidak boleh tergantikan oleh gadget. Saya berharap orang tua kembali membiasakan mendongeng kepada anak-anak, karena dari cerita sederhana bisa ditanamkan nilai-nilai kehidupan, keberanian, dan perlindungan diri,” katanya.

Ia menegaskan, melindungi anak sama artinya dengan menjaga masa depan bangsa.

“Anak-anak harus diberikan ruang terbaik agar tumbuh sehat, cerdas, ceria, mandiri, dan berakhlak. Mereka adalah generasi emas Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Wyata Guna Bandung, Feri Afrianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum menghadirkan kebahagiaan sekaligus pelayanan bagi anak-anak, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Selain khitanan massal bagi 87 anak, pihaknya juga memberikan layanan kesehatan bagi anak dan orang tua, termasuk pemeriksaan anemia, serta menggelar berbagai lomba dan edukasi pengasuhan melalui parenting class.

“Kami ingin membuka ruang bagi anak-anak untuk bergembira, berprestasi, dan bertemu teman-teman baru. Di sisi lain, orang tua juga kami bekali agar mampu menerapkan pola pengasuhan yang lebih baik, terutama dalam menyikapi penggunaan gadget dan menghadapi perilaku anak seperti temper tantrum,” ujar Feri.

Ia mengaku antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan perdana kegiatan tersebut sangat tinggi. Banyak sekolah, PAUD, hingga panti asuhan yang ingin ikut berpartisipasi.

Karena itu, Sentra Wyata Guna berencana menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai agenda rutin setiap tahun dengan cakupan peserta yang lebih luas.

Kegiatan juga dimeriahkan pentas seni tari tradisional, angklung, hiburan badut, bazar yang diikuti 18 pelaku UMKM, serta layanan percetakan huruf Braille.

“Sebagai bentuk kepedulian, seluruh peserta khitanan menerima paket bantuan ATENSI berupa perlengkapan sekolah, pakaian dan nutrisi senilai Rp831 ribu. Mereka juga memperoleh tumpeng keluarga, kue tart, serta uang kadeudeuh sebesar Rp100 ribu. Apresiasi serupa diberikan kepada seluruh peserta lomba.” pungkas Feri

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Dr. Atalia Praratya, Vice President Bank Mandiri Nopi Sukarsono, Kepala Cabang Bank Mandiri Pajajaran Hanif, Tim Mandiri Amal Insani (MAI), Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Dr. Edi Suparjoto, Ketua Pokja Bunda PAUD Fida Purwati, Deputi Eks GM PT Pos Indonesia KCU Bandung Titin Maria, perwakilan Lanud Husein Mayor Subandi, serta Wadanramil Kapten Infanteri Eko. (AM)