SOSIAL

Tani Merdeka Indonesia Yakin Penuh pada Sudaryono, Program MBG akan Makin Kuat

×

Tani Merdeka Indonesia Yakin Penuh pada Sudaryono, Program MBG akan Makin Kuat

Sebarkan artikel ini
Sudaryono
Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tasikmalaya yakin Sudaryono sosok tepat pimpin BGN. Di tangannya, Program MBG akan meningkat pesat. (Foto: Dok. Pribadi)

KAPOL.ID — Badan Gizi Nasional berganti nakhoda. Sudaryono sudah resmi mengucap janji. Kehadiran pria dengan panggilan akrab Mas Dar itu mendapat banyak ucapan selamat. Salah satunya sari Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir.

Muzakir menilai pengalaman Sudaryono selama ini menjadi modal penting untuk melanjutkan dan memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jadi, tepat mengisi kekosongan pimpinan BGN selepas Nanik S. Deyang mengundurkan diri.

Begitu juga dengan Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Burhanudin Muslim. Ia mengatakan Mas Dar sebagai sosok pekerja keras, teliti, dan memiliki kemampuan mengelola program secara terukur.

Karakter tersebut, bagi Burhan, jelas memenuhi kebutuhan untuk menjalankan program MBG. Mengingat MBG kini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Selamat kepada Mas Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Saya mengenal beliau sebagai pribadi yang pekerja keras, konsisten, dan sangat teliti. Saya optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan berjalan semakin baik di bawah kepemimpinannya,” kata Burhanudin Muslim.

Mas Dar sendiri bukan sosok baru dalam pelaksanaan MBG. Selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, ia telah mengikuti perkembangan program tersebut sejak masih dalam tahap perencanaan.

Mas Dar juga terlibat dalam pembahasan konsep, penyusunan kebijakan, hingga pelaksanaan teknis MBG. Kementerian Pertanian selama ini berperan penting dalam menyiapkan ekosistem penyediaan bahan baku pangan yang menjadi penopang utama program tersebut.

Burhanudin Muslim menilai pengalaman itu akan memudahkan koordinasi antara BGN dengan kementerian dan lembaga lain. Terutama dalam memastikan kebutuhan bahan pangan untuk MBG tetap tersedia dan berasal dari produksi dalam negeri.

“Mas Sudaryono memahami program ini dari awal. Beliau tahu bagaimana konsepnya disusun, bagaimana pelaksanaannya di lapangan, hingga bagaimana membangun sinergi dengan sektor pertanian. Pengalaman itu menjadi nilai tambah untuk memperkuat pelaksanaan MBG ke depan,” tambah Burhanudin.

Ia berharap program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan nasional sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan.