KAPOL.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Posko 45–46 Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, melaksanakan program kerja unggulan di bidang kewirausahaan dan ekonomi melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Rebranding serta Digitalisasi Pemasaran UMKM, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di UMKM Jaya Makmur milik Ibu Titik yang berlokasi di Dusun 02 RT 02 RW 05, Desa Pamulihan.
Program ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKN terhadap potensi UMKM di Desa Pamulihan. Meskipun memiliki produk yang berkualitas dan telah beroperasi cukup lama, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam membangun identitas merek (branding) serta memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN menghadirkan pendampingan yang berfokus pada penguatan identitas usaha sekaligus transformasi digital agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Tidak hanya memberikan materi sosialisasi, mahasiswa KKN juga menerapkan konsep learning by doing dengan mendampingi pelaku UMKM secara langsung.
Melalui pendampingan tersebut, UMKM Jaya Makmur kini memiliki identitas visual dan media promosi yang lebih profesional, meliputi desain logo usaha, banner, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, pembuatan akun media sosial Instagram dan TikTok, QR Code informasi usaha, serta berbagai media digital pendukung lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan promosi secara berkelanjutan.
Ketua KKN UNINUS Posko 45–46, Asep Rifki Maulana Malik, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.
“Program Rebranding dan Digitalisasi Marketing UMKM ini merupakan program kerja utama kami yang bertujuan mempermudah proses pemasaran sekaligus meningkatkan daya tarik produk-produk UMKM di Desa Pamulihan. Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada sosialisasi dan pelatihan saja, tetapi memastikan pelaku usaha dapat langsung mempraktikkannya. Karena itu, kami mendampingi secara langsung hingga berhasil membuat banner usaha, logo produk, Google Maps UMKM, akun media sosial Instagram dan TikTok, QR Code informasi usaha, serta berbagai media pendukung pemasaran lainnya. Harapannya, setelah masa KKN berakhir, seluruh media digital yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh pelaku UMKM sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.
UMKM Jaya Makmur merupakan salah satu pelaku usaha yang memproduksi berbagai makanan khas Desa Pamulihan, di antaranya cireng, ulen makmur, ubi bakar Cilembu, ubi mentah, dan tahu pong.
Dengan hadirnya identitas usaha yang lebih profesional dan strategi pemasaran digital yang lebih terarah, produk-produk tersebut diharapkan semakin dikenal masyarakat serta mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Pemilik UMKM Jaya Makmur, Ibu Titik, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UNINUS.
“Alhamdulillah saya sangat senang dan terbantu dengan adanya program ini. Sekarang usaha Jaya Makmur memiliki banner yang lebih menarik, sudah terdaftar di Google Maps, mempunyai media sosial, serta identitas usaha yang lebih elegan. Semoga usaha kami semakin dikenal oleh masyarakat luas. Terima kasih kepada mahasiswa KKN UNINUS Posko 45–46 yang telah mendampingi kami dengan penuh perhatian,” ungkapnya.
Melalui program rebranding dan digitalisasi pemasaran ini, mahasiswa KKN UNINUS Posko 45–46 berharap transformasi digital UMKM di Desa Pamulihan dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Program tersebut juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal yang berorientasi pada keberlanjutan.***







