KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat resmi menggeser kemudi organisasinya. Jika selama ini gerakan ekonomi syariah kerap berkutat di ruang seminar, literasi, dan edukasi, kepengurusan anyar periode 2026-2029 kini dituntut banting setir ke aksi nyata.
MES Jabar didorong langsung terjun ke sektor riil melalui pengembangan koperasi, pemberdayaan UMKM, hingga pembentukan entitas bisnis berbasis syariah.
Instruksi tegas tersebut datang langsung dari Ketua Harian PP MES yang juga Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, saat pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Barat di Bandung, Sabtu (25/7/2026).
Ketua MES Jawa Barat, Harry Maksum mengungkapkan, organisasinya kini mendapat mandat khusus untuk menjadi mesin penggerak ekonomi produktif yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
”Sekarang kita diarahkan oleh Pak Ketua Harian supaya lebih ke implementasi bisnis. Beliau meminta kita membentuk koperasi, entitas bisnis lainnya, bahkan menginventarisasi para pengusaha Muslim,” ujar Harry usai kegiatan.
Salah satu jurus pamungkas yang disiapkan MES Jabar yakni pembentukan koperasi syariah berbasis masjid. Tak tanggung-tanggung, pemerintah siap menyuntikkan dukungan pembiayaan yang cukup besar untuk program ini.
”Pak Menteri berharap MES benar-benar terjun ke bisnis. Nanti koperasi syariah masjid dikumpulkan, pembiayaannya disokong oleh Pak Menteri dan Kepala Danantara. Satu masjid bisa dapat alokasi hingga Rp 1 miliar,” kata Harry.
Perubahan arah gerak ini, lanjut Harry, didasari atas realita lapangan. Saat ini, tantangan utama ekonomi syariah bukan lagi soal pemahaman masyarakat yang rendah, melainkan masih minimnya penggunaan layanan keuangan syariah.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, tingkat literasi keuangan syariah sudah menembus angka 43 persen. Namun ironisnya, tingkat inklusi atau penggunaannya baru menyentuh angka 13 persen.
”Artinya masyarakat yang paham ekonomi syariah sudah banyak, tapi yang pakai instrumennya masih sedikit. Dari 100 orang, baru 13 orang yang memanfaatkan. Kesenjangan inilah yang harus kita kejar,” tegasnya.
Untuk mengejar ketertinggalan itu, MES Jabar siap mengawal sejumlah program operasional. Selain koperasi masjid dan UMKM, mereka juga membidik pembangunan infrastruktur ekonomi kerakyatan, seperti SPBU solar hingga pabrik es bagi para nelayan.
”Intinya program kita sekarang operasional. MES tidak cuma bicara konsep, tapi hadir menjalankan kegiatan bisnis yang nyata bagi masyarakat,” tambah Harry.
Langkah MES Jabar ini menyelaraskan dengan harapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar menilai, pertumbuhan ekonomi daerah tak akan berarti jika belum mampu mengikis angka pengangguran dan kemiskinan.
Data menunjukkan, meski ekonomi Jabar tumbuh impresif di angka 5,79 persen pada triwulan I-2026 (di atas rata-rata nasional), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih berada di angka 6,64 persen dan kemiskinan sebesar 6,78 persen. Praktik pinjaman berbunga tinggi alias Bank Emok pun masih marak mencekik warga.
Sebab itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa gerakan ekonomi syariah harus keluar dari zona nyaman. Ukuran keberhasilan gerakan ini adalah lahirnya usaha baru dan terciptanya lapangan kerja.
”Literasinya sudah cukup. Sekarang saatnya berkiprah langsung di sektor riil,” tegas Ferry.
Ferry menambahkan, koperasi syariah berbasis masjid yang digarap bersama Baznas, DMI, Kemenag, dan Danantara ini bakal jadi benteng utama mengikis peran rentenir.
”Melawan Bank Emok itu tidak cukup hanya dengan fatwa haram. Yang diperlukan adalah menyediakan alternatif pembiayaan yang nyata bagi masyarakat,” cetusnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penyalur pembiayaan seperti KUR, sekaligus memangkas rantai distribusi komoditas yang selama ini terlampau panjang dan dikuasai para pemburu rente.
”Koperasi Merah Putih ini jadi infrastruktur baru negara untuk memutus rantai distribusi. Musuh saya memang makin banyak karena langkah ini, tapi karena Presiden mendukung, saya jadi berani,” tandas Ferry. (JAE)






