KAPOL.ID –
Pergerakan pemuda Nahdliyin di era digital menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari mengikis identitas generasi muda, hoaks dan fitnah serta penggiringan opini.
Demikian dikatakan Ketua Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Tasikmalaya, Myftah Farid seusai diskusi publik, Sabtu (25/7/2026).
“Forum ini menjadi pijakan awal bagi pemuda NU untuk menyelaraskan nilai-nilai akhlakul karimah di ruang digital.”
“Di era serba cepat ini, keadaban publik tidak hanya diukur dari interaksi langsung di dunia nyata. Tetapi juga bagaimana kita menjaga adab di jagat maya,” ujarnya.
Ia mengatakan, GMNU hadir untuk mengawal ruang digital agar tetap kondusif, beretika, dan mencerahkan.
GMNU Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif dan menjadi benteng moral generasi muda. Baik di ruang publik nyata maupun di ranah digital.
Pada kesempatan tersebut, Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Tasikmalaya sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III di Popotiam Coffee.
Seluruh anggota dan pengurus GMNU Kota Tasikmalaya resmi menetapkan Myftah Farid sebagai ketua GMNU Kota Tasikmalaya. Farid terpilih secara aklamasi dan 2 orang formatur untuk memimpin roda organisasi GMNU Kota Tasikmalaya ke depan.
“Kami mengapresiasi konsistensi GMNU Kota Tasikmalaya dalam mengusung isu-isu krusial seperti keadaban digital.”
“Selamat kepada Myftah Farid dan jajaran formatur yang terpilih dalam Musda III ini,” kata Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhani Tardiwan.
Ia berharap pimpinan baru ini dapat membawa angin segar dan terus bersinergi membangun pemuda Kota Tasikmalaya yang berkarakter serta berdaya saing.***












