KAPOL.ID – Selasa (8/9/2026), Jambore Ranting (Jamran) Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Pamulihan tahun 2026 resmi dibuka.
Kegiatan dipusatkan di Bumi Perkemahan (Buper) Cikubang, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan dan berlangsung hingga 10 September 2026.
Terlihat, Camat Pamulihan Mamat Hady Saputra membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Menurut camat, bahwa kegiatan Jamran menjadi momentum penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
“Nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian, dan kepemimpinan perlu terus ditanamkan sejak dini. Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan menjadikan setiap rangkaian kegiatan sebagai pengalaman berharga,” ucapnya.
Camat pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Jamran Pamulihan 2026.
Camat menyampaikan terima kasih kepada panitia, pembina, para peserta, pengurus Kwarran, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi perkembangan Pramuka di Kecamatan Pamulihan,” katanya.
Ketua panitia Jamran Pamulihan 2026, Uding, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta. Mereka berasal dari sejumlah pangkalan tingkat SD/MI hingga SMP/MTs serta peserta Raimuna se-Kecamatan Pamulihan.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari 39 regu putra dan 39 regu putri. Secara keseluruhan, jumlah peserta mencapai sekitar 1.000 orang,” ujar Uding dalam laporannya.
Menurutnya, pelaksanaan Jamran merupakan bagian dari program kerja Kwarran Pamulihan 2026. Selain menjadi ajang perkemahan, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan dan pengembangan karakter peserta didik.
Tujuan utama kegiatan, lanjut Uding, yakni membina dan mengembangkan persaudaraan serta persatuan Pramuka Penggalang. Selain itu, Jamran diharapkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, keagamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta jiwa kepemimpinan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu membangun rasa persaudaraan, disiplin, mandiri, agamis, peduli lingkungan dan memiliki jiwa kepemimpinan,” katanya.
Sementara itu, Guna mengantisipasi dampak paparan abu vulkanis serta memburuknya kualitas udara akibat musim kemarau dan cuaca ekstrem, sinergi lintas sektoral yang terdiri dari anggota Koramil 1004 Tanjungsari, Polsek Pamulihan, dan Kepala Puskesmas Haurngombong terjun langsung membagikan ratusan masker kepada peserta Pramuka Jambore.
Danramil 1004 Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan, menegaskan bahwa langkah antisipasi ini merupakan bagian dari mitigasi dini yang digalakkan jajarannya bersama instansi terkait.
“Kami sudah mengimbau kepada masyarakat melalui media maupun sosialisasi langsung oleh para Babinsa agar waspada menghadapi musim kemarau, dampak El Nino, serta adanya potensi sebaran abu vulkanik dari Gunung Krakatau. Walaupun jaraknya jauh, angin dapat membawa abu vulkanik ke wilayah kita. Oleh karena itu, penggunaan masker dan kacamata pelindung sangat penting untuk melindungi diri. Ini adalah ikhtiar bersama kita, semoga masyarakat senantiasa terhindar dari marabahaya,” ujar Kapten Inf Agus Hermawan.
Senada dengan Danramil, Kapolsek Pamulihan, Iptu Iwan Kurniawan, menekankan pentingnya perlindungan ekstra bagi generasi muda yang sedang aktif berkegiatan di luar ruangan (outdoor).
“Ini adalah bentuk kepedulian dan upaya preventif kita bersama. Apalagi anak-anak Pramuka sedang melaksanakan kegiatan perkemahan outdoor, perlindungan pernapasan seperti masker sangat krusial untuk menjamin keamanan dan kesehatan mereka selama kegiatan berlangsung,” ujar Iptu Iwan Kurniawan. ***












