BIROKRASI

Perjuangan Tangani Kekeringan Belum Usai, Pemkab Tasikmalaya Tingkatkan Strategi

×

Perjuangan Tangani Kekeringan Belum Usai, Pemkab Tasikmalaya Tingkatkan Strategi

Sebarkan artikel ini
Tangani Kekeringan
Pemkab Tasikmalaya tengah memetakan strategi untuk tangani kekeringan di wilayahnya selama kemarau belum berakhir. (Foto: Istimewa)

KAPOL.ID — Kemarau masih berlangsung. Kekeringan terus meluas. Perjuangan Pemkab Tasikmalaya menanganinya pun belum usai. Bahkan kini meningkatkan strategi.

Dampak nyata dari kekeringan sendiri, selain area pertanian berpotensi gagal menuai hasil, juga krisis air bersih untuk kebutuhan domestik masyarakat. Untuk itu, Pemkab Tasikmalaya menanganinya dengan cara berjenjang.

Persisnya, penanganan kekeringan dengan pemenuhan kebutuhan darurat. Strategi ini untuk memberi solusi jangka pendek.

Sementara penanganan jangka panjangnya, Pemkab Tasikmalaya secara bertahap menyediakan sumur bor. Prioritas utama di daerah-daerah yang memang mengalami kekeringan parah.

Adapun untuk jangka panjangnya, Pemkab Tasikmalaya melakukan akselerasi reboisasi. Jadi, strategi menangani bahaya kekeringan yang selalu terjadi setiap tahun itu dengan tiga tahap tersebut.

“Strategi yang kami upayakan ini bukan hanya untuk menangani bencana kekeringan, melainkan juga untuk mengantisipasi risiko bencana ekologis susulan. Makanya ini kami bahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Kantor BPBD,” terang Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, Jumat (7/8/2026).

Kali ini memang BPBD menjadi instansi yang paling sibuk. Sebab pemegang komando dalam menjalankan upaya penanganan kekeringan jangka pendek. Yaitu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada teknisnya, BPBD menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain dengan BUMD, BAZNAS, Darul Tauhid, hingga perusahaan penyedia air.

Sementara untuk penyediaan sumur bor, kini mulai digagas pengeboran berkapasitas di setiap kecamatan. Besar harapan anggarannya terakomodir dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran 2026.

Sementara untuk skemanya, Asep Sopari mendorong terciptanya harmonisasi antara alokasi anggaran pemerintah daerah dengan anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) 50 anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Dengan demikian distribusinya akan merata.

Mengingat APBD terbatas, Pemkab Tasikmalaya juga menempuh jalur kemitraan dengan lembaga sosial internasional. Misalnya dengan Qatar Charity. Sejauh ini pengajuan sudah disampaikan untuk program di lima kecamatan.

Dengan upaya-upaya tersebut, target terwujudnya sumur bor ini sesegera mungkin. Selambat-lambatnya saat awal musim hujan yang prediksinya akan jatuh pada Oktober mendatang.

“Jadi sumur bor ini kami persiapkan sebagai cadangan pasokan air jangka panjang saat kemarau kembali melanda,” lanjut Asep Sopari.

Saat musim hujan juga perlu diwaspadai. Sebab biasanya muncul bencana susulan seperti longsor. Untuk itulah program reboisasi menjadi penting, supaya tanah tidak jenuh.

Untuk teknisnya, Pemkab Tasikmalaya mengimbau para camat dan perangkat wilayah agar aktif turun ke lapangan. Pastikan pergerakan tanah yang terjadi terlaporkan dengan cepat.

“Untuk reboisasi ini kami menerbitkan surat imbauan dan memperkuat koordinasi dengan Perum Perhutani KPH Tasikmalaya serta Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Tasikmalaya melalui program Tasik Hejo,” tandas Asep Sopari.