BIROKRASI

Lulusan Perguruan Tinggi Siap Kerja, Pemkab Tasikmalaya Lepas 245 Pemagang Nasional

×

Lulusan Perguruan Tinggi Siap Kerja, Pemkab Tasikmalaya Lepas 245 Pemagang Nasional

Sebarkan artikel ini
Pemagangan Nasional
Ratusan lulusan perguruan tinggi Tasikmalaya mengikuti program pemagangan nasional. Pemkab Tasikmalaya melepasnya Senin kemarin.

KAPOL.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melepas sebanyak 245 peserta program pemagangan nasional. Pelepasan ini dilakukan oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, Senin (21/9/2026).

Peserta pemagang nasional ini merupakan lulusan perguruan tinggi. Merka akan mendapat pengalaman langsung di dunia kerja.

Asep Sopari berharap program pemagangan nasional dapat menjadi jembatan bagi para lulusan baru sebelum memasuki dunia kerja secara profesional. Sekaligus juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kompetensi di dalamnya.

“Lulusan baru ini kan membutuhkan pengalaman agar memahami secara langsung bagaimana menghadapi tuntutan dan lingkungan kerja. Jadi, melalui program ini mereka memiliki wadah untuk terus belajar, memotivasi diri dan meningkatkan kompetensi,” kata Asep Sopari.

Karena itu, politisi Partai Gerindra ini mendorong para peserta pemagangan nasional ini agar memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin. Karena itu akan menjadi modal penting sampai terbuka peluang mendapatkan pekerjaan sesungguhnya setelah pemagangan.

“Program ini juga sejalan dengan upaya kami di pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran. Harapan kami tentu berdampak juga terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat atau pengurangan angka kemiskinan,” lanjut Asep Sopari.

Adapun bagi yang tidak mengikuti program pemagangan  di dalam negeri, Pemkab Tasikmalaya mendorong agar memanfaatkan peluang kerja di luar negeri. Pemerintah juga sudah menyediakan fasilitasnya dengan menjalin kerja sama seperti dengan Jepang.

Sekalipun demikian, Asep Sopari memberi catatan. Para calon pekerja ke luar negeri juga harus mempersiapkan diri dengan kompetensi yang memadai.

“Selama ini salah satu kendala tenaga kerja kita di luar negeri adalah bahasa. Karena itu, kami perlu memperkuat laboratorium bahasa. Termasuk tentu saja soal bantuan pembiayaan pelatihan sebelum berangkat. Nanti kami dorong BUMD agar lebih mudah diakses oleh masyarakat,” pungkas Asep Sopari.