KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Tantangan dinamika ekonomi nasional hingga kini masih menjadi persoalan krusial bagi keberlangsungan Usaha Skala Mikro di Indonesia. Masalah klasik seputar permodalan dan tata kelola keuangan mandiri kerap menjadi batu sandungan utama para pelaku UMKM, tak terkecuali di wilayah Kota Bandung.
Merespons kondisi tersebut, tim dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Widyatama (UTama) turun langsung menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bersama para pelaku Usaha Skala Mikro di Aula Kantor Kelurahan Babakan Asih, Kota Bandung, Senin (10/8/2026).
Kegiatan edukatif ini mengusung tema “Strategi Penguatan Manajemen Keuangan Pelaku Usaha Skala Mikro di Kelurahan Babakan Asih Bandung Melalui Pelatihan Financial Planning dan Pencatatan Keuangan Berbasis Aplikasi Digital”.
Ketua Tim Abdimas Universitas Widyatama, Siti Komariah, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk memberikan solusi konkret atas sengkarut pengelolaan keuangan yang kerap dialami para pedagang kecil.
”Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan wawasan mendasar mengenai financial planning sekaligus mengenalkan cara pencatatan keuangan yang modern, mudah, dan terintegrasi,” ujar Siti Komariah di sela-sela kegiatan.
Tim akademisi FEB UTama yang turut mengawal jalannya kegiatan tersebut di antaranya Dr. Gusni, S.E., M.B.A., Dr. Ivan Gumilar Sambas Putra, S.E., M.M., M.Ak., Dr. Kharisya Ayu Effendi, S.E., M.S.M., Agatha Rinta Suhardi, S.Si., M.M., Eristy Minda Utami, S.E., M.M., Gita Genita Fatihat, S.M.B., M.M., John Henry Wijaya, S.E., M.M., MOS., Reva Yuliani, S.E., M.M., serta Suskim Riantani, S.E., M.Si.
Tak sekadar menyampaikan teori, dalam pelatihan yang diikuti 25 pelaku usaha mikro ini, tim dosen mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi keuangan berbasis web bernama “Mikro UTama”. Aplikasi mutakhir tersebut merupakan hasil karya inovasi mahasiswa Universitas Widyatama yang dirancang khusus untuk mempermudah pencatatan kas harian UMKM.
Para peserta tampak antusias mengikuti tiap tahapan simulasi dengan pendampingan intensif dari para dosen pendamping.
Acara yang dibuka oleh Sekretaris Lurah bersama Kasi Bidang Sosial Kelurahan Babakan Asih ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak pemerintah setempat.
Lurah Babakan Asih, Hendra Suhendar, S.H., M.H., yang hadir sekaligus menutup acara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kolaborasi lintas sektor yang berdampak nyata bagi warganya.
”Sinergi antara perguruan tinggi seperti Universitas Widyatama dengan Kelurahan Babakan Asih sangat penting. Kami berharap program pendampingan seperti ini tidak berhenti di sini, tapi terus berkelanjutan,” tutur Hendra.
Ke depan, tim Abdimas UTama dipastikan akan melakukan pemantauan (monitoring) dan pendampingan bertahap guna memastikan para pelaku usaha konsisten menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital dalam operasional harian mereka.
Respons Positif Pelaku Usaha
Manfaat nyata dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh peserta. Heni Rosmini, pemilik usaha Basreng Badawa, mengaku amat terbantu dengan materi yang disajikan.
”Selama ini pencatatan masih manual dan sering kali uang usaha tercampur dengan uang kebutuhan rumah tangga. Setelah ikut pelatihan ini, kami jadi paham cara merencanakan keuangan usaha agar lebih terstruktur,” ungkap Heni didampingi Nur Riyatan Naimah, pemilik Dapur Naimah.
Suksesnya penyelenggaraan Abdimas ini turut didukung penuh oleh LP2M Universitas Widyatama melalui pendanaan resmi SP2 KCK PKM Tahun Anggaran 2025/2026 No. 019/PPM/C/LP2M-UTAMA/VI/2026. Sinergi ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi kebangkitan dan kemandirian ekonomi pelaku usaha mikro di Kota Bandung. (AM)







