KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat melakukan ziarah ke makam Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus founding father bangsa, Ir. Soekarno, di Blitar, Jawa Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, Sekretaris Fraksi Tom Maskun dan anggota lainnya.
Ziarah tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus partai untuk mengenang perjuangan Bung Karno sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai ideologis yang menjadi landasan perjuangan PDI Perjuangan dalam menjalankan tugas politik di tengah masyarakat.
Di makam Bung Karno, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat memanjatkan doa dan mengenang kembali sosok Bung Karno sebagai pemimpin bangsa yang tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga meletakkan gagasan besar mengenai Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono hadir didampingi Sekretaris Chaerul Rizky Mantini mengatakan, ziarah ke makam Bung Karno memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, berada di tempat peristirahatan terakhir Bung Karno menjadi momentum untuk kembali mengingat arah dan tujuan perjuangan politik yang harus dijalankan oleh setiap kader PDI Perjuangan.
“Ziarah ke makam Bung Karno ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan belum selesai. Nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno harus terus kita hidupkan dalam kerja nyata, terutama keberpihakan kepada rakyat,” ujar Ono, Selasa (11/8).
Ia menegaskan, kader PDI Perjuangan harus memahami bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan alat untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Karena itu, Ono berharap seluruh kader PDI Perjuangan Jawa Barat dapat semakin memperkuat kerja-kerja kerakyatan dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan Trisakti sebagai salah satu pijakan penting dalam perjuangan politik.
Menurutnya, gagasan Trisakti yang menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa saat ini.
“Semangat Trisakti harus terus kita perjuangkan. Indonesia harus berdaulat, tidak boleh kehilangan kemandirian ekonomi, dan jangan sampai kehilangan jati diri serta kepribadian sebagai bangsa,” katanya.
Ono juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak kalah besar dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi para pendiri bangsa.
Persoalan ekonomi, ketimpangan sosial, ketahanan pangan, kedaulatan sumber daya alam hingga tantangan generasi muda membutuhkan keberpihakan politik yang jelas.
Dalam konteks tersebut, ia menilai kader PDI Perjuangan harus hadir sebagai bagian dari solusi dan tidak boleh berjarak dengan rakyat.
“Kalau kita bicara Bung Karno, maka kita bicara tentang keberpihakan kepada rakyat kecil, kepada kaum Marhaen. Karena itu kader partai harus turun, harus mendengar dan harus bekerja bersama rakyat,” tegas Ono.
Ia mengatakan, semangat Marhaenisme yang menempatkan rakyat sebagai subjek perjuangan harus diterjemahkan dalam kerja politik sehari-hari.
Kader tidak cukup hanya hadir ketika momentum politik datang, tetapi harus konsisten berada di tengah masyarakat dan memperjuangkan kebutuhan rakyat.
Ono menambahkan, semangat gotong royong juga harus terus diperkuat sebagai karakter utama perjuangan politik PDI Perjuangan.
Menurutnya, gotong royong bukan hanya slogan, melainkan cara membangun kekuatan bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
“Kita tidak boleh kehilangan semangat gotong royong. Kekuatan partai ada bersama rakyat. Karena itu, kader harus terus membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat dan bekerja bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada,” ujarnya.
Ia berharap momentum ziarah tersebut dapat semakin memperkuat soliditas jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Jawa Barat.
Lebih dari itu, ziarah ke makam Bung Karno diharapkan menjadi ruang refleksi agar setiap kader kembali mengingat bahwa perjuangan politik memiliki tujuan besar, yakni mewujudkan cita-cita Proklamasi dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ono pun mengajak seluruh kader untuk tidak pernah lelah menjaga api perjuangan Bung Karno.
“Jangan hanya kita kenang Bung Karno, tetapi kita harus meneruskan perjuangannya. Api perjuangan itu harus terus menyala dari generasi ke generasi. PDI Perjuangan harus tetap menjadi partai yang bersama rakyat, memperjuangkan rakyat dan bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. ***






