KANAL

Dinilai Mencederai Marwah Partai, Ketua DPD PSI Sumedang Didesak Mundur oleh Belasan DPC

×

Dinilai Mencederai Marwah Partai, Ketua DPD PSI Sumedang Didesak Mundur oleh Belasan DPC

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Kepemimpinan Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Sumedang, H. Dodi, mendadak jadi sorotan tajam internal partai. Gaya kepemimpinan yang dinilai arogan dan otoriter disinyalir memicu gejolak hebat, hingga berujung pada aksi mundur massal pengurus di tingkat kecamatan (DPC).

​Krisis kepercayaan tersebut mencuat setelah pihak DPD diduga merombak struktur organisasi secara sepihak dan diam-diam tanpa adanya ruang dialog. Para pengurus DPC mengaku kecewa berat lantaran merasa disingkirkan begitu saja, padahal telah berjuang keras membangun fondasi partai dari nol.

​Situasi kian memanas saat sejumlah pemegang Surat Keputusan (SK) Ketua DPC mendadak disodori draf surat pengunduran diri oleh pihak DPD tanpa alasan logis maupun mekanisme organisasi yang jelas.

​”Kami yang berdarah-darah membangun struktur dari nol di tingkat kecamatan. Namun, setelah fondasi berdiri, kami justru dibuang begitu saja tanpa penghargaan apalagi komunikasi yang wajar,” ujar salah satu pengurus DPC dengan nada kecewa, Kamis (13/8/2026).

​Tak hanya di tingkat kecamatan, kekecewaan juga datang dari internal pengurus DPD sendiri. Sumber internal membeberkan gaya kepemimpinan H. Dodi yang terkesan “asal jalan” dan sewenang-wenang. Pola manajerial tersebut dinilai telah mencederai marwah serta tata kelola partai yang seharusnya mengedepankan asas keadilan dan transparansi.

​Dampak dari manuver politik DPD tersebut berujung fatal. Dari total 26 kecamatan yang telah terbentuk, sebanyak 14 DPC di antaranya pengurus DPC PSI Kecamatan Tomo dan DPC PSI Kecamatan Cisitu secara tegas mengambil sikap mundur massal.

Langkah radikal ini menjadi bentuk perlawanan terbuka atas kepemimpinan H. Dodi yang dinilai tak layak memimpin partai.
​Ketua DPC PSI Tomo dan Cisitu sangat menyayangkan kekacauan tata kelola ini.

Menurut mereka, perbedaan gagasan dalam dinamika partai politik seharusnya menjadi bahan bakar untuk membesarkan basis massa, bukan justru membumihanguskan kepengurusan awal.

​”Kumaha rek gede na… Keur mah PSI teh hese di Sumedang mah, kalah dikieu-kieu. Nya kumaha arek gede na ieu partai,” pukas salah satu pimpinan DPC menumpahkan kekecewaannya.

​Menyikapi krisis yang melumpuhkan struktur ini, konsolidasi lintas DPC bergerak cepat. Para pimpinan DPC yang terdampak kini menyusun surat keberatan resmi. Mereka mendesak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Barat dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI untuk segera turun tangan melakukan evaluasi total, sekaligus mencopot H. Dodi dari jabatannya sebelum basis massa partai benar-benar hancur.

​Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilayangkan wartawan kepada Ketua DPD PSI Kabupaten Sumedang, H. Dodi, melalui pesan singkat WhatsApp belum membuahkan hasil. Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi terkait gelombang pengunduran diri pengurus maupun tuduhan kepemimpinan otoriter tersebut. (JM)