Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Komunitas Informasi Masyarakat Peduli Informasi dan Literasi Digital (KIM Pinter Digital) yang digelar di Aula Kantor Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari program unggulan Digitalisasi Babarengan Ngawangun Jabar Istimewa.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Yod Mintaraga, MPA. Dalam keynote speech-nya, Yod menekankan betapa pentingnya literasi digital di tengah gempuran arus informasi yang kian masif dan kerap belum terverifikasi.
”Pertama, harus dipilah-pilah, disaring. Lalu harus dicek kebenarannya. Kalau itu sudah dilakukan, yakin bahwa ini bermanfaat dan benar, baru disebarluaskan,” ujar Yod di hadapan puluhan peserta.
Tak hanya soal saring sebelum sharing, Yod juga menyoroti maraknya fenomena pinjol dan judol yang kian meresahkan serta banyak menjerat masyarakat kecil.
”Terkait pinjaman online dan judi online, sebetulnya harus ditertibkan secara baik, benar, dan tegas, sehingga tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari bagi para pelakunya. Sekarang kan rakyat banyak yang jadi korban,” tegasnya.
Selain Yod Mintaraga, pemateri lain yang turut membekali peserta yakni Komisioner KPID Jabar, Dadan Hendaya. Dadan mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak di ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Sementara itu, pemateri Aceng Imam membekali para anggota KIM dengan teknik praktis pengelolaan media sosial secara kreatif, agar berbagai potensi yang ada di desa bisa naik kelas dan memiliki nilai jual ekonomi.
Di tempat yang sama, Ketua Forum Komunikasi KIM Kabupaten Tasikmalaya, Iman Rohiman, membeberkan bahwa program KIM Pinter Digital fokus pada penguatan SDM berbasis perdesaan.
Ia menyebutkan, dari total 351 desa yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya, saat ini sudah terbentuk sebanyak 187 KIM dengan berbagai ragam potensi, mulai dari sektor wisata, pertanian, hingga kawasan bahari.
”Harapan ke depan untuk KIM Kabupaten sendiri, yang pertama tetap terus mengelola dan melakukan diseminasi untuk pengembangan di desanya masing-masing sesuai potensinya. Kemudian tingkatkan kapasitas sumber daya manusia agar KIM memiliki posisi tawar yang positif, baik di masyarakat maupun pemerintah,” terang Iman.
Antusiasme tinggi tampak dirasakan para peserta yang hadir. Salah satunya Nita Tribani Amesti, peserta asal Kecamatan Ciawi. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan anyar usai mengikuti jalannya materi.
”Sangat memukau sih, soalnya banyak materi yang diserap dan banyak manfaatnya buat lebih berhati-hati dalam bersosial media atau menanggapi informasi,” ucap Nita.
”Semoga KIM semakin aktif, kompak, dan bisa menjadi jembatan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat desa,” harapnya.
Melalui giat KIM Pinter Digital ini, Diskominfo Jabar berharap masyarakat di pelosok desa di Tasikmalaya tidak sekadar menjadi konsumen informasi pasif, melainkan mampu menjadi produsen sekaligus penyaring informasi yang cerdas dan bijak. (FTH)







