BIROKRASIBISNIS

Pekan QRIS Nasional 2026, Pemkot Tasik Perkenalkan Layanan Elektrifikasi Transaksi

×

Pekan QRIS Nasional 2026, Pemkot Tasik Perkenalkan Layanan Elektrifikasi Transaksi

Sebarkan artikel ini
Pekan QRIS Nasional 2026 berlangsung di Asia Plasa Tasikmalaya, Sabtu (15/8/2026). Sekaligus pengenalan elektrifikasi transaksi pembayaran di lingkup Pemkot Tasikmalaya.*

KAPOL.ID –
Pekan QRIS Nasional 2026 yang dihelat Bank Indonesia Tasikmalaya, Pemkot Tasikmalaya memperkenalkan layanan elektrifikasi transaksi. Seperti Tasik Hub, IPBB Digital, SiMaret, e-Retribusi Parkir, dan SiNatria.

“Langkah ini merupakan wujud Tasik Melayani, pelayanan publik yang dekat, mudah, transparan, dan mengikuti perkembangan zaman.”

“saya meminta perangkat daerah terkait memastikan sistemnya stabil, mudah digunakan, terintegrasi,” kata Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan saat Pekan QRIS Nasional 2026 di Asia Plasa Tasikm, Sabtu (15/8/2026).

Ia mengatakan, percepatan elektrikfikasi transaksi merupakan kolaborasi dengan Bank Indonesia Tasikmalaya bersama stakeholder.

Berbagai inovasi tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi daerah.

“Sekaligus memperkuat efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan penerimaan daerah,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida ESP mengatakan, Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 dilaksanakan serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri.

Sepanjang 11–17 Agustus 2026, PQN mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak!”.

“Pelaksanaan PQN di Kota Tasikmalaya diarahkan untuk memastikan digitalisasi tidak berhenti pada peningkatan awareness dan penggunaan QRIS.”

“Tetapi semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, serta pelayanan publik,” ujarnya.

Momentum PQN 2026 di Kota Tasikmalaya ditandai dengan penguatan tiga inisiatif utama digitalisasi.

Yakni percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah melalui Tasik Melayani. Kemudian implementasi Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap, serta penguatan digitalisasi pesantren melalui QRIS UMMAT.

“Ketiga inisiatif tersebut mencerminkan komitmen bersama antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Juga industri sistem pembayaran, dunia usaha, pesantren, serta seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Laura mengatakan, digitalisasi perlu dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Pada pelayanan publik, digitalisasi diarahkan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas layanan.

Pada pusat aktivitas ekonomi, digitalisasi diharapkan memperkuat efisiensi dan kualitas transaksi. Sementara pada pesantren dan komunitas, digitalisasi menjadi instrumen untuk memperluas inklusi ekonomi dan keuangan.

“Bank Indonesia memandang perkembangan implementasi QRIS telah memasuki tahapan yang semakin matang.”

“Fokus pengembangan tidak lagi hanya pada peningkatan awareness juga pada perluasan usage dan penguatan quality,” ujarnya. ***