KANAL

Diinisiasi Tokoh Muda Deden Dinar Mukti, Bintek Penilaian Ibing Penca Silat Tradisi Jabar Terobos Sistem Digital

×

Diinisiasi Tokoh Muda Deden Dinar Mukti, Bintek Penilaian Ibing Penca Silat Tradisi Jabar Terobos Sistem Digital

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Upaya melestarikan dan menguatkan seni pencak silat tradisi Jawa Barat terus digelorakan. Langkah nyata ini diwujudkan lewat penguatan kualitas, profesionalisme, hingga pelestarian nilai-nilai budaya melalui Bimbingan Teknis (Bintek) Penilaian Ibing Penca Silat Tradisi Jawa Barat.

​Menariknya, kegiatan ini diinisiasi oleh Deden Dinar Mukti, sosok tokoh muda sekaligus penggiat pencak silat tradisi Jawa Barat yang juga merupakan putra dari tokoh pencak silat ternama di tanah Pasundan

​Pelaksanaan Bintek terwujud berkat kolaborasi erat antara Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat dengan DPW Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jawa Barat. Program ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi terkait tata cara penilaian, etika kejurian, hingga pelaksanaan Pasanggiri Penca Silat Tradisi Jawa Barat.

​Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Ketua Umum DPW PPSI Jawa Barat Dadang Hermansyah, SE, Ak, M.M, CA, CLA, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat Irvan, serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat

​Tak ketinggalan, para praktisi pencak silat kawakan hadir mengisi materi sebagai narasumber, yakni Iwan Gunawan, SE, Deden Gumilar, SE, Entah Supriatna, dan Agus Suhendra, SH. Kegiatan ini diserap antusias oleh perwakilan paguron, praktisi, peserta Bintek, hingga tim penilai dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.

​Bintek ini berhasil merumuskan sejumlah keputusan krusial untuk membangun sistem penilaian yang lebih terukur dan profesional. Salah satu poin utamanya adalah penetapan aspek baku dan kriteria penilaian khasanah Ibing Penca Silat Tradisi Jawa Barat sebagai acuan bersama juri, peserta, paguron, maupun panitia penyelenggara.

​Aturan dan materi kejurian termasuk etika serta adab juri juga digodok secara matang demi menjaga integritas, objektivitas, dan tanggung jawab selama bertugas di arena Pasanggiri.

​Salah satu terobosan besar yang dihasilkan yakni kesepakatan penerapan sistem penilaian berbasis digital. Langkah modernisasi ini dirancang agar proses penilaian menjadi lebih efektif, efisien, transparan, objektif, serta akuntabel.

​Pemanfaatan teknologi digital diyakini mampu meminimalisasi kesalahan pengolahan nilai sekaligus menyajikan transparansi publik. Forum ini juga merumuskan penetapan tim juri terstandar yang siap bertugas di berbagai ajang kejuaraan.

​Sebagai tindak lanjut, disusun pula Buku Panduan Penilaian Digital Penca Silat Tradisi Jawa Barat. Panduan ini nantinya disosialisasikan ke seluruh lembaga dan organisasi profesi pencak silat di Tanah Pasundan.

​Sinergi antara Balai Pelestarian Kebudayaan, DPW PPSI Jabar, pemerintah daerah, praktisi, hingga paguron menjadi modal kuat dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Standardisasi berbasis digital ini diharapkan membawa pencak silat tradisi kian profesional tanpa mengikis nilai tradisi, etika, dan adab yang menjadi jati diri Jawa Barat. (AM)