KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Target penerimaan pajak daerah Kota Bandung sebesar Rp3,6 triliun di tahun 2026 ini bukan sekadar angka di atas kertas. Memasuki penghujung Agustus 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung sudah berhasil mengantongi realisasi pajak hingga Rp2,1 triliun.
Capaian positif tersebut melahirkan angin segar sekaligus optimistis tinggi bagi Bapenda untuk menuntaskan sisa target hingga akhir tahun nanti.
Sekretaris Bapenda Kota Bandung, Apep Insan Parid mengungkapkan, meski target tahun ini terbilang cukup tinggi, tren perolehan hingga pertengahan tahun ini menunjukkan sinyal yang sangat baik.
“Target penerimaan pajak daerah tahun ini sebesar Rp3,6 triliun. Hari ini, menjelang akhir Agustus, sudah tercapai sekitar Rp2,1 triliun,” ujar Apep, Minggu (30/8/2026).
Apep menyebutkan, Bapenda masih memiliki ruang dan waktu sekitar empat bulan ke depan untuk mengejar sisa target yang ada. Salah satu tumpuan utama penerimaan berada di bulan September mendatang, yang menjadi masa jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Insyaallah penerimaan meningkat. September juga menjadi puncaknya karena jatuh tempo PBB,” katanya.
Lebih lanjut, Apep menegaskan bahwa kesadaran membayar pajak bukan semata-mata menggugurkan kewajiban konstitusi, melainkan bentuk partisipasi aktif warga dalam menopang urat nadi pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bandung.
Oleh karena itu, pihak Bapenda terus mengetuk kesadaran masyarakat agar tetap tertib dan tepat waktu dalam menyetorkan kewajiban pajaknya.
“Bayarlah pajak daerah tepat waktu dan tepat jumlah, karena dengan membayar pajak daerah warga masyarakat telah berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Bandung,” tutur Apep.
Pihaknya berharap kepatuhan warga yang tinggi akan berbanding lurus dengan optimalnya pendapatan daerah, yang pada akhirnya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas, infrastruktur, serta pelayanan publik yang lebih ciamik.(JM)






