KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung resmi menyambut sebanyak 894 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026.
Kendati jumlah tersebut masih berada di bawah target yang dipatok kampus, jajaran pimpinan memandangnya sebagai pelecut semangat untuk tumbuh lebih baik ke depan.
Hal tersebut diungkapkan Rektor USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D., di sela-sela Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) USB YPKP Bandung yang digelar di Jalan K.H.P. Hasan Mustopa No. 68, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026)
“Alhamdulillah tahun ini kita ada 894 mahasiswa baru. Memang masih di bawah target, tetapi ini menjadi tantangan bagi kita untuk tahun depan bisa menambah jumlah mahasiswa,” ujar Prof. Diana.
Di awal kepemimpinannya sebagai rektor, Prof. Diana mengusung tema PKKMB tahun ini: “Mahasiswa Berdampak yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas.” Tema ini dinilai sangat selaras dengan dinamika dunia pendidikan serta kebutuhan dunia kerja yang menuntut keseimbangan antara kompetensi akademik, kemampuan bekerja sama, ketahanan diri, dan integritas moral.
Selain fokus pada penanaman karakter mahasiswa, USB YPKP Bandung secara tegas mulai menapaki langkah nyata menuju konsep Green Campus (kampus hijau).
Langkah konkret tersebut diterjemahkan lewat kebijakan ramah lingkungan di area kampus. Mulai dari pembatasan botol minuman kemasan sekali pakai, gerakan pemilahan sampah, hingga kewajiban bagi sivitas akademika dan mahasiswa untuk membawa tumbler pribadi.
“Yang selalu kami gaungkan adalah USB menuju Green Campus. Sekarang kami tidak memakai minuman kemasan, menjaga lingkungan, memilah sampah, dan mewajibkan mahasiswa menggunakan tumbler,” tegas Prof. Diana.
Ke depan, USB YPKP juga bersiap ambil bagian dalam penilaian pemeringkatan UI GreenMetric. Langkah ini diproyeksikan sebagai instrumen ukur yang objektif untuk mengevaluasi sejauh mana standar pembangunan kampus berkelanjutan (sustainable campus) di lingkungan USB YPKP dapat terpenuhi dengan baik.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (YPKP), Dr. H. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., tidak menampik bahwa dinamika penerimaan mahasiswa baru saat ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Tantangan serupa, kata dia, turut dirasakan oleh sebagian besar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Jawa Barat.
Faktor persaingan ketat dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) hingga fluktuasi daya beli masyarakat turut memengaruhi kondisi objektif tersebut. Menyikapi hal itu, Prof. Ricky mendorong asosiasi seperti Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Swasta (ABPTSI) maupun pemerintah untuk duduk bersama mencari solusi strategis.
Di tengah tantangan tersebut, USB YPKP tetap konsisten membuka akses pendidikan seluas-luasnya melalui skema afirmasi dan beasiswa. Tercatat pada tahun ini, kampus menyalurkan kuota mahasiswa lewat program KIP Kuliah sebanyak 69 orang, serta Beasiswa Bakti Sangga Buana sekitar 30 orang penerima setiap tahunnya.
Wajah internasional juga mulai mewarnai kampus USB YPKP Bandung. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A., menyebutkan bahwa tahun ini kampusnya kedatangan tujuh mahasiswa asing dari berbagai negara.
“Untuk tahun ini ada tujuh mahasiswa internasional. Mereka berasal dari Somalia, Kenya, dan Sudan,” ungkap Nurhaeni.
Ketua mahasiswa asing tersebut tersebar di sejumlah program studi unggulan, mulai dari Magister Manajemen, Teknik Informatika, Administrasi Bisnis, hingga Ilmu Komunikasi. Ke depan, USB YPKP membuka lebar pintu kolaborasi global guna memperkuat jejaring pendidikan lintas negara.
Rangkaian PKKMB USB YPKP Bandung tahun ini dirancang berlangsung selama tiga hari penuh dengan format yang interaktif di bawah komando Ketua Panitia, Daniel Paulus Evert, S.Ikom., M.I.Kom.
Pada hari pertama, mahasiswa baru digembleng materi wawasan bela negara serta literasi teknologi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Hari kedua diisi dengan semarak USB Day, disusul hari ketiga yang menghadirkan sosialisasi dari Satgas Pencegahan dan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) serta pemeriksaan kesehatan gratis.
“Selain mengikuti arahan dari kementerian, tahun ini kami mengusung konsep experience and engagement. Mahasiswa baru tidak sekadar datang sebagai peserta pasif, tapi kami libatkan secara aktif melalui berbagai gimmick kreatif agar terbangun ikatan emosional dengan kampus,” pungkas Daniel. (AM)









