KAPOL.ID – Sebanyak 400 lebih guru dan tenaga kependidikan (tendik) dari 34 lembaga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Kabupaten Sumedang mengikuti kegiatan Pembinaan Guru dan Tendik dengan tema “Menginspirasi Negeri Membangun Peradaban”.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Sarana Penunjang Pendidikan Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Rabu (16/9/2026), dan dibuka sekaligus diberikan pengarahan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Ahmad Handiman Romdony.
Pembinaan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua LP Ma’arif PWNU Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, praktisi pendidikan Dr. Dian Sukmara, serta unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Selain pembinaan dan peningkatan kompetensi guru, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda lainnya, yakni pelantikan kepala madrasah di lingkungan LP Ma’arif Sumedang, sosialisasi peraturan LP PCNU Ma’arif Sumedang bersama BPJS, penyerahan penghargaan purna tugas, serta penyerahan piagam penghargaan kepada para juara Porseni Siswa Ma’arif tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Sumedang, H. Nuroni Octora, mengatakan kegiatan pembinaan guru dan kepala sekolah tersebut merupakan program kerja rutin yang dilaksanakan setiap tahun.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan pembinaan guru dan kepala di bawah lingkungan pendidikan Ma’arif Sumedang. Ini merupakan program kerja LP Ma’arif Kabupaten Sumedang yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali,” ujar Nuroni.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kembali kompetensi pendidik sekaligus menyinergikan tata kelola pendidikan dengan nilai-nilai ke-NU-an yang menjadi bagian penting dalam pendidikan Ma’arif.
“Supaya disinergikan kembali tentang bagaimana tata cara pendidik, bagaimana tata cara ke-NU-an sebagai pendidikan Ma’arif di Sumedang,” katanya.
Nuroni menyebutkan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah lebih dari 400 orang yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran secara daring. Mereka terdiri dari guru dan kepala sekolah atau madrasah dari lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif Kabupaten Sumedang.
“Peserta terdiri dari 400 peserta lebih yang sudah mendaftar secara online. Mereka adalah guru dan kepala yang ada di bawah naungan LP Ma’arif di Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.
Saat ini, kata Nuroni, LP Ma’arif PCNU Kabupaten Sumedang menaungi sebanyak 34 lembaga pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), SMP, Madrasah Aliyah (MA), hingga SMK.
Ia berharap keberadaan lembaga pendidikan Ma’arif semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat dan mampu meningkatkan daya saingnya.
“Harapannya supaya lembaga ini terus dipercayai oleh umat dan lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif ke depan bisa setara dengan kegiatan-kegiatan yang ada di negeri,” tuturnya.
Selain peningkatan kompetensi guru, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Pendidikan Ma’arif ke-97.
“Mudah-mudahan lembaga pendidikan Ma’arif ke depan bisa terus berdaya saing dengan lembaga pendidikan yang lain,” katanya.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif PWNU Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, mengajak seluruh jajaran pendidikan Ma’arif untuk terus bersyukur dan istiqamah dalam perjuangan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, pendidikan Ma’arif memiliki peran penting dalam merawat dan menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) kepada generasi muda.
“Kita yakini bahwa perjuangan bersama para muassis di Nahdlatul Ulama ini adalah perjuangan yang amat mulia dalam menegakkan nilai-nilai akidah Ahlussunnah wal Jamaah,” kata Ifa.
Ia menegaskan, nilai-nilai Aswaja tidak cukup hanya dipahami sebagai tradisi atau amaliyah, tetapi perlu dirawat dan ditanamkan secara mendalam melalui lembaga pendidikan.
“Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah mari kita rawat, kita jaga melalui nilai-nilai pendidikan yang jelas-jelas mengajarkan nilai-nilai Aswaja, tidak lain di lembaga pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Ifa berharap pendidikan Ma’arif terus maju dan mampu menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang memahami nilai-nilai Aswaja secara mendalam.
“Ma’arif maju terdepan menanamkan nilai-nilai Aswaja, pasti NU-nya juga tambah kuat, tambah hebat,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Ahmad Handiman Romdony, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pembinaan yang digelar LP Ma’arif PCNU Kabupaten Sumedang.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Harlah Pendidikan Ma’arif ke-97, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi para guru yang berada di lingkungan LP Ma’arif.
“Saya diundang dan menghadiri acara di LP Ma’arif PCNU Kabupaten Sumedang, di antaranya Harlah yang ke-97 dan peningkatan kompetensi para guru yang ada di bawah lingkungan lembaga Ma’arif,” ujar Ahmad.
Ahmad menyebutkan, saat ini terdapat 34 lembaga pendidikan LP Ma’arif yang berada di lingkungan Kabupaten Sumedang.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, di mana ada 34 lembaga LP Ma’arif di luar Kementerian Agama,” katanya.
Ia berharap peningkatan kompetensi para guru melalui kegiatan tersebut dapat berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar dan menghasilkan generasi muda yang berkualitas.
“Mudah-mudahan dengan peningkatan kompetensi ini, kegiatan belajar mengajar di madrasah LP Ma’arif bisa lebih maju lagi, lebih meningkat lagi sehingga menghasilkan output yang luar biasa, generasi muda yang bisa dibanggakan,” pungkasnya.***






