BIROKRASI

Bupati Sumedang Tegaskan Pilkades Digital Digelar di 424 TPS pada 28 Oktober 2026

×

Bupati Sumedang Tegaskan Pilkades Digital Digelar di 424 TPS pada 28 Oktober 2026

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri sekaligus memberikan sambutan dan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Pilkades Serentak secara Digital Kabupaten Sumedang Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tampomas, Kabupaten Sumedang, Kamis (8/10/2026), sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.

Rakor dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, Sekda Sumedang, Asisten Daerah, para kepala SKPD, para camat, panitia Pilkades se-Kabupaten Sumedang, serta Abpednas Kabupaten Sumedang.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan menyampaikan, Pilkades serentak tahun 2026 akan dilaksanakan secara elektronik di 424 TPS yang tersebar di 26 kecamatan.

Menurut Widodo, tahapan Pilkades di 92 desa telah berjalan. Seluruh desa yang akan melaksanakan Pilkades telah memiliki calon kepala desa beserta nomor urut.

Namun, terdapat sejumlah kondisi khusus. Dua desa hanya memiliki satu calon, sehingga nantinya akan ditentukan mekanisme lebih lanjut berdasarkan keputusan BPD, termasuk kemungkinan pemilihan melawan kotak kosong atau penunjukan pelaksana tugas.

Sementara itu, sebanyak 19 desa memiliki lima calon kepala desa. Adapun Pilkades di Desa Cimantin harus ditunda karena seluruh bakal calon dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

Widodo juga menyampaikan latar belakang pendidikan para calon kepala desa yang cukup beragam, mulai dari tingkat SLTP hingga S3.

Selain itu, terdapat proses keberatan calon dari Desa Linggajaya yang berlanjut hingga Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang turut memberikan pendampingan.

Persiapan Perangkat dan SDM

Untuk mendukung pelaksanaan Pilkades digital, Widodo menjelaskan setiap TPS akan dilengkapi perangkat elektronik berupa dua layar monitor dan satu printer thermal.

Pemkab Sumedang juga telah melakukan pembinaan teknis bagi sekretaris desa dan operator desa dari 92 desa, khususnya terkait penginputan dan operasional sistem.

Sementara untuk panitia Pilkades, akan dilakukan pelatihan terhadap dua orang per desa pada 12 Oktober 2026. Sedangkan untuk KPPS, pelatihan akan diberikan kepada dua orang per TPS secara bertahap pada 15, 19, dan 20 Oktober.

DPMD Sumedang juga telah membentuk tim teknis sebanyak 92 pranata komputer yang akan bertugas mendampingi pelaksanaan Pilkades di masing-masing desa.

Selain itu, perangkat daerah akan dilibatkan sebagai liaison officer (LO) atau penghubung bagi masing-masing kecamatan. Para pejabat terkait akan mendampingi panitia dalam persiapan hingga pelaksanaan Pilkades.

Dony: Seluruh TPS Menggunakan Sistem Elektronik

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa Pilkades serentak pada 28 Oktober 2026 akan menggunakan sistem elektronik di seluruh TPS desa yang melaksanakan Pilkades.

Dony mengatakan, penerapan e-voting tersebut merupakan bagian dari upaya Kabupaten Sumedang menyesuaikan pelaksanaan Pilkades dengan perkembangan teknologi.

“Pemilihan Pilkades serentak ini dilakukan secara elektronik di seluruh TPS, tidak hanya satu TPS tiap desa,” kata Dony dalam arahannya pada Rakor Pilkades di Aula Tampomas, Kamis (8/10/2026).

Menurut Dony, penerapan sistem digital bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Sumedang. Pemkab telah mengembangkan layanan pemerintahan dan pelayanan desa berbasis digital sejak beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut penerapan e-voting juga telah dilakukan di sejumlah daerah lain, meskipun dengan pola yang berbeda. Sumedang, kata Dony, memilih menerapkan sistem elektronik di seluruh TPS pada desa-desa yang melaksanakan Pilkades.

Dony menjelaskan, penggunaan sistem elektronik diharapkan dapat mempercepat proses pemungutan dan penghitungan suara, meningkatkan akurasi, mengurangi potensi kesalahan, menghemat penggunaan kertas, sekaligus menyesuaikan pelaksanaan Pilkades dengan perkembangan teknologi.

Sosialisasi dan Simulasi Diperkuat

Dony mengakui penerapan Pilkades digital memiliki tantangan sehingga diperlukan langkah antisipasi secara menyeluruh.

Salah satunya melalui sosialisasi masif kepada masyarakat mengenai tata cara pemungutan suara secara elektronik. Sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai media, mulai dari poster, leaflet, baliho hingga video tutorial.

Selain sosialisasi, Pemkab Sumedang juga akan melaksanakan simulasi di sejumlah desa agar masyarakat maupun petugas memiliki gambaran mengenai mekanisme pemilihan menggunakan sistem elektronik.

“Yang kedua adalah simulasi. Kami akan melakukan simulasi di berbagai desa sehingga nanti ketika pelaksanaannya akan mempermudah masyarakat,” ujar Dony.

Dony menambahkan, panitia Pilkades dan KPPS juga akan mendapatkan bimbingan teknis untuk meningkatkan kemampuan serta pemahaman dalam mengoperasikan sistem dan melaksanakan tahapan pemungutan suara.

Seluruh SKPD, camat, panitia Pilkades, Apdesi, Abpednas hingga DPMD Provinsi Jawa Barat akan dilibatkan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkades serentak.

Dony berharap pelaksanaan Pilkades digital dapat menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sumedang dalam menerapkan teknologi pada proses demokrasi di tingkat desa.

“Ini akan menjadi sejarah bagi kita. Sumedang mengawali, mudah-mudahan menjadi kebaikan untuk Sumedang bersama,” pungkasnya. ***