KAPOL.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas April (FEB UNSAP) menggelar kegiatan Bina Orientasi Kepemimpinan Mahasiswa Harapan (BINOKASIH) 2026 dengan tema “Membangun Jiwa Pemimpin yang Kritis, Strategis, dan Berani Menggerakkan Perubahan”, di Aula Bumi Perkemahan PMI Gajah Depa, Kabupaten Sumedang, Jumat (9/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, hadir menyampaikan materi bertajuk “Membangun Personal Brand sebagai Pemimpin di Masa Depan: Mengenal Potensi, Membangun Kepercayaan, Menghadirkan Dampak.”
Dalam pemaparannya, Eka menjelaskan bahwa membangun personal brand merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kredibilitas mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Menurutnya, terdapat tiga unsur utama yang harus diperhatikan, yakni identitas, pembeda, dan reputasi.
Unsur pertama adalah identitas, yaitu pemahaman seseorang terhadap siapa dirinya dan nilai-nilai yang dipegang. Identitas tersebut tercermin melalui sikap jujur, disiplin, serta keterbukaan dalam menerima saran dan masukan.
Ia mencontohkan, dalam kehidupan kampus, identitas mahasiswa dapat dilihat dari kedisiplinan mengikuti perkuliahan, ketepatan waktu, serta kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab akademik.
“Identitas itu siapa saya dan apa yang saya pegang. Kejujuran, kedisiplinan, dan terbuka terhadap saran serta masukan merupakan bagian dari identitas,” ujar Eka.
Unsur kedua adalah pembeda, yakni kemampuan atau keunggulan yang membuat seseorang memiliki nilai lebih dibandingkan orang lain. Ia mendorong mahasiswa untuk mengenali potensi dan kekuatan yang dimiliki agar dapat menunjukkan karakteristik serta kompetensi masing-masing.
Menurutnya, setiap mahasiswa perlu mengetahui keunggulan dirinya, baik dalam bidang administrasi keuangan, komunikasi, maupun keahlian lainnya, sehingga mampu mengembangkan potensi tersebut menjadi kekuatan dalam kepemimpinan.
Adapun unsur ketiga adalah reputasi, yaitu bukti nyata yang membuat orang lain percaya terhadap seseorang. Reputasi tidak cukup dibangun melalui perkataan, tetapi harus dibuktikan dengan perilaku dan tindakan yang konsisten.
Eka menegaskan, kejujuran, kedisiplinan, serta kemampuan menyelesaikan tugas dan tanggung jawab tepat waktu menjadi bagian penting dalam membangun reputasi yang baik.
Ia mencontohkan, mahasiswa yang mampu menyelesaikan tugas sesuai tenggat waktu, bahkan sebelum batas waktu yang ditentukan, akan menunjukkan sikap tanggung jawab yang dapat meningkatkan kepercayaan orang lain.
“Jadi, ada tiga unsur untuk membangun kredibilitas sebagai calon pemimpin, yaitu identitas, pembeda, dan reputasi,” jelasnya.
Melalui materi tersebut, mahasiswa FEB UNSAP diharapkan mampu mengenali potensi diri, membangun kepercayaan, serta menciptakan personal brand yang positif sebagai bekal menjadi pemimpin yang kritis, strategis, berintegritas, dan berani menggerakkan perubahan di masa depan.***












