KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Kadisdik Sumedang Dr. Eka Ganjar Kurniawan menghadiri sekaligus meresmikan implementasi Sistem Cerdas Berbasis Artificial Intelligence dan Internet of Things (AI-IoT) untuk pemantauan karbon dan parameter lingkungan, Selasa (28/04/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di SD Telaga Cendekia.
Peresmian ini merupakan bagian dari upaya mendukung ekosistem pertanian presisi sekaligus edukasi lingkungan berbasis teknologi sejak dini. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Guru Besar Universitas Komputer Indonesia Hasibuan Zaenal Abidin, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), para pengawas SD, serta komite sekolah.
Kepala Sekolah Ambu Odah menjelaskan bahwa sistem yang dipasang merupakan hasil kolaborasi dengan UNIKOM dan mitra teknologi. “Di area sekolah dipasang tiga titik tiang sensor, masing-masing memiliki radius sekitar 30 meter. Sistem ini mampu memantau energi lingkungan, termasuk emisi karbon, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat,” ujarnya.
Ia menambahkan, data yang dihasilkan dari sistem tersebut ke depan dapat dimanfaatkan untuk mendukung konsep pertanian modern berbasis teknologi. Hal ini sejalan dengan konsep sekolah yang mengusung pendidikan berbasis alam.
“Sekolah kami memiliki visi membentuk generasi yang mencintai lingkungan. Anak-anak diajak kembali ke alam, namun dengan pendekatan yang lebih berkualitas melalui pemanfaatan teknologi,” tambahnya.
SD Telaga Cendekia sendiri mulai dirintis sejak Oktober 2021 dan menempati lokasi saat ini sejak 2022. Sekolah ini mengusung konsep pembelajaran berbasis alam dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti taman edukatif, aneka tanaman (hias, buah, sayur, dan obat), serta area pembelajaran luar ruang yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Pendidikan merupakan kunci dalam menjaga stabilitas alam dan membangun peradaban yang lebih baik. Oleh karena itu, upaya pelestarian lingkungan harus dimulai dari dunia pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga menilai program yang dijalankan SD Telaga Cendekia selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya dalam program transformasi pendidikan yang mencakup transformasi pendidik, peserta didik, kurikulum, serta digitalisasi.
“Transformasi digital menjadi keniscayaan di era saat ini. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, akademisi, dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.
Melalui implementasi sistem AI-IoT ini, diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan sinergi antara teknologi dan lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. ***






